International Updates

Kerusuhan Pilpres AS Meluas, Trump Marah-marah Telepon Gubernur Republik

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 17:59 WIB
Seorang pengunjuk rasa menyalakan bendera Amerika dengan api saat demonstrasi Rabu, 4 November 2020, di Portland, Ore.
Para demonstran turun ke jalanan berbagai kota dan wilayah di Amerika Serikat (AS) untuk menyerukan agar seluruh suara dalam pilpres AS dihitung hingga tuntas.
kerusuhan terjadi di sejumlah wilayah AS usai pilpres (Foto: AP)
Jakarta -

Unjuk rasa pasca pilpres Amerika Serikat (AS) yang berujung rusuh di Portland, Oregon, telah memicu pengerahan Garda Nasional. Otoritas negara bagian Oregon melaporkan tindak kekerasan terjadi secara luas di pusat kota Portland, kota terbesar di negara bagian tersebut.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (5/11/2020), Gubernur Oregon, Kate Brown, mengaktifkan pengerahan Garda Nasional Oregon beberapa saat setelah Kantor Sherif Multnomah County menetapkan situasi kerusuhan di pusat kota Portland pada Rabu (4/11) malam waktu setempat.

Laporan Kantor Sherif Multnomah County menyebut para perusuh di Portland melakukan aksi perusakan properti. Media lokal KPTV juga melaporkan bahwa para perusuh melakukan vandalisme terhadap gedung-gedung setempat, termasuk memecahkan kaca jendela salah satu gereja, kemudian merusak mesin ATM dan membakar sebuah bendera Amerika di tengah jalan.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (5/11/2020):

- Trump Marah-marah Telepon Para Gubernur dari Partai Republik

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dilaporkan marah-marah saat menghubungi para gubernur negara bagian dari Partai Republik. Trump juga disebut secara terbuka meragukan strategi hukum, yang secara pribadi dia instruksikan untuk dijalankan para stafnya terkait hasil pilpres AS.

Seperti dilansir CNN, Kamis (5/11/2020), menurut dua sumber yang dikutip CNN, Trump menginstruksikan para stafnya untuk mulai mengajukan gugatan hukum segera setelah Fox News memproyeksikan rivalnya, Joe Biden, memenangi negara bagian Arizona pada Rabu (4/11) malam waktu AS.

Para staf Trump itu, menurut salah satu sumber, menghabiskan waktu sepanjang Rabu (5/11) untuk menyusun strategi hukum yang setengah matang, yang bertujuan untuk memberikan lebih banyak waktu saat suara masih dihitung di negara bagian krusial seperti Arizona.

- Marah, Pendukung Trump Minta Penghitungan Suara di Michigan Disetop

Puluhan pendukung Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mendatangi pusat penghitungan suara di Detroit, Michigan dan meminta proses penghitungan dihentikan. Aksi ini dilakukan di tengah kemarahan dan rasa frustrasi para pendukung Trump atas hasil pilpres AS yang masih menggantung.

Simak video 'Trump Coba Setop Penghitungan Suara, Gubernur Pennsylvania: Memalukan!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2