Jelang Topan Dahsyat, 200 Ribu Warga Filipina Diperintahkan Mengungsi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 15:13 WIB
Topan Molave ​​menghantam Vietnam, 2 orang tewas (AFP Photo)
Foto: Topan Molave ​​menghantam Vietnam pekan lalu (AFP Photo)
Jakarta -

Lebih dari 200.000 orang di Filipina diperintahkan untuk mengungsi dari rumah mereka pada Sabtu (31/10) ini karena topan dashyat sedang mengarah ke negara tersebut. Pihak berwenang mengingatkan bahwa topan paling kuat tahun ini akan membawa angin yang "merusak" dan gelombang badai.

Topan Goni diperkirakan menghantam ujung tenggara pulau utama Luzon pada Minggu (1/11) pagi besok, sebelum mendarat di sore hari dengan kecepatan angin hingga 205 kilometer per jam, kata badan prakiraan cuaca Filipina seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (31/10/2020).

Itu terjadi seminggu setelah Topan Molave menghantam wilayah yang sama, menewaskan 22 orang dan membanjiri desa-desa dataran rendah dan lahan pertanian, sebelum menyapu Laut China Selatan ke Vietnam.

Sekolah-sekolah yang telah kosong sejak awal pandemi virus Corona akan digunakan sebagai tempat penampungan darurat serta pusat evakuasi dan gimnasium yang dikelola pemerintah.

"Sepertinya kita akan mendapat angin kencang, meningkatkan kemungkinan banjir dan tanah longsor yang meluas," Mark Timbal, juru bicara Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional, mengatakan kepada penyiar lokal ABS-CBN.

"Gelombang badai akan segera terjadi di pantai timur kita. Kami memantau gunung berapi Mayon dan Taal untuk kemungkinan aliran lumpur vulkanik," imbuhnya.

Pihak berwenang pada hari Sabtu ini meningkatkan persiapan di wilayah Bicol, tenggara Manila, mengatur kendaraan penyelamat, tim tanggap darurat dan barang-barang bantuan menjelang topan.

Lihat juga video 'Jejak Kerusakan di Vietnam Dihantam Topan Molave':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2