Para Pemimpin Dunia Ramai-ramai Kutuk Penusukan di Prancis

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 10:40 WIB
Aksi penusukan terjadi di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis, menewaskan tiga orang. Aksi itu terjadi di area gereja basilika Notre-Dame.
Situasi di lokasi penusukan brutal di Nice, Prancis (AP Photo/Daniel Cole)
Paris -

Kecaman mengalir untuk aksi penusukan di Gereja Notre-Dame Basilica di Nice, Prancis. Para pemimpin dunia beramai-ramai memberikan dukungan untuk Prancis yang baru saja dilanda serangan brutal yang menewaskan tiga orang pada Kamis (29/10) waktu setempat.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Jumat (30/10/2020), salah satu kecaman datang dari Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang menyatakan dirinya 'sangat terguncang dengan pembunuhan brutal' yang terjadi di Prancis.

"Pikiran saya tertuju pada kerabat para korban yang tewas dan luka-luka. Jerman mendukung Prancis pada masa sulit ini," ucap Merkel dalam pernyataannya.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, menyatakan dirinya 'terkejut' atas 'serangan biadab di Notre-Dame Basilica'. "Pikiran kami tertuju untuk para korban dan keluarga mereka, dan Inggris berdiri teguh bersama Prancis dalam melawan teror dan intoleransi," ucapnya.

Dalam kecamannya, PM Italia, Giuseppe Conte, menyebut tindak penusukan di Prancis sebagai 'serangan pengecut'. "Keyakinan kita jauh lebih kuat dari fanatisme, kebencian dan teror. Kita merangkul keluarga para korban saudara-saudara kita di Prancis. Kita bersatu!" tegasnya.

Ucapan dukungan untuk Prancis juga datang dari PM Spanyol, Pedro Sanchez. "Kita terus mempertahankan kebebasan, nilai-nilai demokrasi kita, perdamaian dan keamanan warga kita," ujarnya.

Komentar lebih keras datang dari Hungaria, dengan PM Viktor Orban menyebut serangan di Prancis itu jelas menunjukkan 'bahwa budaya kita, cara hidup kita dan nilai-nilai Eropa kita berada di ujung tombak terorisme ekstremis'.

"Kami siap bergabung untuk melindungi nilai-nilai tradisional Eropa dan cara hidup tradisional Eropa," cetusnya.

Kanselir Austria, Sebastian Kurz, dalam kecamannya menyebut tindak penusukan fatal di Prancis sebagai 'serangan teror Islam yang tercela'. "Kami akan mempertahankan nilai-nilai kami dan 'cara hidup' Eropa dengan sekuat tenaga melawan Islamis dan politik Islam," tegasnya.

Tonton video 'Penusukan di Prancis, Israel: Tak Ada Perang Antara Yahudi-Muslim':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2