Tunisia Buka Penyelidikan Usai Imigran Jadi Pelaku Penyerang di Gereja Prancis

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 04:04 WIB
Aksi penusukan terjadi di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis, menewaskan tiga orang. Aksi itu terjadi di area gereja basilika Notre-Dame.
Aksi penyerangan terjadi di gereja di Kota Nice, Prancis. (Foto: AP Photo/Daniel Cole)
Tunis -

Tunisia mengecam keras aksi penyerangan di gereja basilika di Kota Nice, Prancis. Tunisia akan melakukan penyelidikan usai adanya laporan bahwa pelaku penyerangan adalah imigran dari Tunisia.

"Tunisia mengutuk keras insiden teroris di Nice dan mengungkapkan solidaritasnya dengan pemerintah dan rakyat Prancis," kata pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Tunisia, seperti dilansir AFP, Kamis (29/10/2020).

Tunisia menekankan "penolakannya terhadap semua bentuk terorisme dan ekstremisme", dan memperingatkan terhadap "eksploitasi ideologis dan politik atas agama", menurut pernyataan tersebut.

Wakil Jaksa Agung di Pengadilan Tingkat Pertama Tunisia, Mohsen Dali, mengatakan kepada AFP "komitmen dibuat untuk membuka penyelidikan menyusul kecurigaan bahwa seorang Tunisia melakukan operasi teroris di luar negeri," ujarnya.

Sebelumnya, pelaku penyerangan di gereja basilika di Kota Nice, Prancis telah terungkap. Pelaku adalah seorang imigran Tunisia.

Dilansir AFP, Kamis (29/10), pelaku penyerangan, yang ditembak polisi, diidentifikasi sebagai Brahim Aouissaoui, seorang imigran Tunisia berusia 21 tahun. Menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan, Aouissaoui tiba di Italia pada akhir September dan kemudian melakukan perjalanan ke Prancis.

Brahim Aouissaoui melakukan penyerangan di gereja basilika Notre-Dame dengan bersenjatakan pisau dan menewaskan tiga orang. Salah satu dari tiga korban tewas, seorang wanita, digorok lehernya di dalam gereja.

Korban kedua, seorang pria, ditikam hingga tewas. Korban ketiga, juga seorang wanita, dibunuh di sebuah bar di depan basilika tempat dia bersembunyi.

Seperti diketahui, serangan penusukan itu terjadi di gereja Notre Dame yang bersejarah di kota Nice pada Kamis (29/10) pagi waktu setempat. Serangan itu menewaskan tiga orang dan melukai beberapa orang lainnya.

Penyerangan tersebut terjadi kurang dari dua minggu setelah kasus pemenggalan Samuel Paty, guru sejarah di pinggiran kota Paris. Pelakunya, seorang pemuda asal Chechnya mengatakan dia ingin menghukum Paty karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam pelajaran kewarganegaraan.

Kondisi Pelaku Penusukan di Prancis Kritis!:

[Gambas:Video 20detik]



(azr/azr)