Kutuk Penusukan di Prancis, Uni Eropa: Kita Akan Tetap Bersatu

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 19:50 WIB
Aksi penusukan terjadi di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis, menewaskan tiga orang. Aksi itu terjadi di area gereja basilika Notre-Dame.
aksi penusukan terjadi di gereja di kota Nice, Prancis (Foto: AP Photo/Daniel Cole)
Jakarta -

Para pemimpin Uni Eropa menyatakan solidaritas dengan Prancis dan berjanji untuk menghadapi "mereka yang berusaha menghasut dan menyebarkan kebencian". Hal ini disampaikan setelah seorang pria bersenjata pisau menewaskan tiga orang di sebuah gereja di kota Nice, Prancis.

"Saya mengutuk serangan keji dan brutal yang baru saja terjadi di Nice dan saya bersama Prancis dengan sepenuh hati," demikian cuitan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen di akun Twitter.

"Pikiran saya bersama para korban tindakan penuh kebencian ini. Seluruh Eropa dalam solidaritas dengan Prancis. Kita akan tetap bersatu dan bertekad dalam menghadapi kebiadaban dan fanatisme," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/10/2020).

Charles Michel, Presiden Dewan Eropa, menyebut serangan itu "keji" dan menyatakan: Seluruh Eropa ada bersamamu. "

Dan David Sassoli, juru bicara Parlemen Eropa, berkata: "Kami memiliki kewajiban untuk berdiri bersama melawan kekerasan dan mereka yang berusaha untuk menghasut dan menyebarkan kebencian."

Jaksa anti-teror Prancis telah membuka penyelidikan atas serangan itu, di mana seorang pria yang memegang pisau memasuki Basilika Notre-Dame di kota Nice dan menewaskan tiga orang.

Prancis telah berada dalam ketegangan yang meningkat setelah pembunuhan 16 Oktober lalu terhadap seorang guru sejarah, Samuel Paty, usai menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Setelah pembunuhan itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan yang membela publikasi kartun Nabi Muhammad, hingga menimbulkan kemarahan dan aksi-aksi demo di sejumlah negara Muslim.

(ita/ita)