Round-Up

Konflik Segitiga Erdogan vs Macron dan PM Belanda

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 06:45 WIB
Erdogan, Macron dan kontroversi kartun Nabi Muhammad: Turki serukan boikot produk Prancis
Foto: Presiden Turki Erdogan dan Presiden Prancis Macron (BBC World)
Jakarta -

Sejumlah pemimpin dunia terlibat perseteruan usai pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam dan kebebasan berekspresi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggugat politikus Belanda Geert Wilders atas tuduhan penghinaan.

Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte membela politikus Geert Wilders yang digugat Erdogan. PM Rutte menyebut gugatan itu tidak bisa diterima dan menegaskan Belanda sangat menjunjung tinggi kebebasan berekspresi.

Perseteruan di Benua Biru itu berawal dari gugatan yang diajukan pengacara Erdogan ke jaksa di Ankara, Turki, pada Selasa (27/10/2020) waktu setempat, dan dijelaskan bahwa pengadilan Turki memiliki yurisdiksi atas gugatan ini karena penghinaan ditujukan terhadap seorang Presiden Turki.

Di dalam gugatan itu, Wilders disebut telah menargetkan 'kehormatan, martabat, karakter dan reputasi' Erdogan. Selain itu, Erdogan juga menegaskan bahwa komentar Wilders tidak bisa dipandang sebagai kebebasan berekspresi.

Gugatan itu terkait dengan postingan pada akun Twitter milik Wilders pada Sabtu (24/10) lalu, yang menyertakan sebuah gambar kartun Erdogan yang memakai topi menyerupai sebuah bom dengan keterangan berbunyi 'teroris'.

Dutch Prime Minister Mark Rutte of the VVD Liberal party attends a debate in The Hague, Netherlands, March 14, 2017.       REUTERS/Robin Van Lonkhuijsen/PoolPM Belanda Mark Rutte (Foto: REUTERS/Robin Van Lonkhuijsen/Pool)

PM Rutte menyebut langkah hukum yang diambil Erdogan terhadap Wilders itu tidak bisa diterima. Dia menyatakan pemerintah Belanda akan membahas masalah ini dengan otoritas Turki.

Wilders memang dikenal sebagai salah satu politikus sayap kanan jauh di Eropa yang beraliran anti-imigran dan anti-Islam. Meskipun belum pernah menjabat dalam pemerintahan, Wilders menjadi tokoh kunci dalam perdebatan isu imigrasi di Belanda selama satu dekade terakhir.

Selanjutnya
Halaman
1 2