Selain Erdogan, Macron-Trump-Obama Juga Pernah Jadi Kartun Charlie Hebdo

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 13:51 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Foto: Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Charles Platiau)
Jakarta -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi objek kartun cabul majalah satire Prancis, Charlie Hebdo. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron pun pernah menjadi kartun majalah itu.

Dilansir dari Los Angeles Times, Rabu (28/10/2020) majalah itu memang dikenal provokatif. Sejumlah pemimpin negara juga pernah jadi objek kartun satire mereka. Tak terkecuali Presiden AS Donald Trump.

Pada edisi November 2016, sampul majalah itu menampilkan kartun Trump yang sedang menyeringai dengan jas hitam, memegangi seorang wanita di antara kedua kakinya dan menjuntai terbalik. "Haruskah kita memberinya tombol nuklir?" bunyi judul di atasnya.

Selanjutnya ada kartun yang menyoroti perdebatan tentang penembakan orang kulit hitam oleh penegak hukum di AS. Kartun itu menunjukkan Presiden AS Barack Obama melarikan diri dari hujan peluru polisi. Judulnya: "Obama: Warga negara biasa sekali lagi."

Tak sampai di situ. Pada tahun 2017, sebagaimana dilansir surat kabar The Local Prancis, Charlie Hebdo juga pernah memajang karikatur Presiden Macron bersama istrinya, Brigitte Macron.

Simak video 'Erdogan Minta Macron Cek Kesehatan Mental Soal Karikatur Nabi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2