Marah Disebut Teroris, Erdogan Gugat Politikus Belanda Geert Wilders

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 12:00 WIB
Dutch far-right politician Geert Wilders of the PVV party attends a debate in The Hague, Netherlands, March 14, 2017.       REUTERS/Robin Van Lonkhuijsen/Pool
Geert Wilders (REUTERS/Robin Van Lonkhuijsen/Pool)
Ankara -

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengajukan gugatan hukum terhadap politikus Belanda, Geert Wilders. Erdogan menuduh Wilders yang kontroversial ini telah menghina dirinya, dengan menyebutnya sebagai 'teroris' di media sosial.

Seperti dilaporkan kantor berita Anadolu Agency dan dilansir Reuters, Rabu (28/10/2020), Wilders memposting sebuah gambar kartun Erdogan pada akun Twitter-nya pada Sabtu (24/10) lalu dan memberinya keterangan berbunyi 'teroris'.

Kemudian pada Senin (26/10) waktu setempat, Wilders memposting foto sebuah kapal berbendera Turki yang sedang tenggelam. "Bye bye @RTErdogan. Tendang Turki keluar dari NATO," demikian keterangan postingan Twitter tersebut.

Wilders dikenal sebagai salah satu politikus sayap kanan jauh di Eropa yang beraliran anti-imigran dan anti-Islam. Meskipun belum pernah menjabat dalam pemerintahan, Wilders menjadi tokoh kunci dalam perdebatan isu imigrasi di Belanda selama satu dekade terakhir.

Dengan mengutip dokumen gugatan, Anadolu Agency melaporkan bahwa pengacara Erdogan telah mengajukan gugatan hukum ke jaksa di Ankara pada Selasa (27/10) waktu setempat. Dokumen itu menegaskan pengadilan Turki memiliki yurisdiksi atas gugatan ini karena penghinaan ditujukan terhadap seorang Presiden Turki.

"Meskipun tindak pidana itu dilakukan secara langsung terhadap orang yang duduk di kursi presiden, nilai yang telah dilanggar adalah struktur politik pemerintahan negara," tegas pengacara Erdogan dalam argumennya.

Disebutkan juga bahwa komentar Wilders tidak bisa dipandang sebagai kebebasan berekspresi dan bahwa Wilders telah menargetkan 'kehormatan, martabat, karakter dan reputasi' Erdogan.

Tonton juga video 'Guru Sejarah Dipenggal di Paris, Macron: Korban Teroris!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2