Warga Chile Rayakan Kemenangan Usai Mengganti Konstitusi Negaranya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 10:25 WIB
Chile mengganti konstitusi negaranya (AFP Photo)
Foto: Chile mengganti konstitusi negaranya (AFP Photo)
Santiago de Chile -

Rakyat Chile mengakhiri dengan gembira penerapan konstitusi era pemerintahan otoriter dari mendiang Presiden Augusto Pinochet dalam referendum akhir pekan. Namun, kini fokus beralih ke bab berikutnya, ketika negara tersebut memulai tugas rumit untuk menggantikannya.

Dilansir AFP, Selasa (27/10/2020), rakyat negara Amerika Selatan itu memberikan dukungan mayoritas dalam referendum yang digelar Minggu (25/10) waktu setempat, untuk mengakhiri penerapan konstitusi yang menjadi sisa-sisa terakhir dari kediktatoran brutal Jenderal Augusto Pinochet.

Hasilnya memicu perayaan besar-besaran oleh warga Chile yang bersorak gembira menyanyikan "Adios General".

"Saya sangat senang merasa bahwa orang-orang akhirnya membuat suaranya didengar," kata sekretaris Carolina Martinez yang berusia 58 tahun saat dia berjalan menuju tempat kerja Senin (26/10) di Santiago.

Hasil utama dari referendum ini adalah bahwa negara sekarang cenderung memainkan peran yang lebih besar dalam ekonomi, mengurangi ketimpangan dan menyediakan belanja kesejahteraan sosial yang lebih besar untuk kesehatan, pendidikan, perumahan publik dan pensiun.