Pejabat Kepolisian Filipina Tewas Diserang Ayam Saat Penggerebekan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 18:24 WIB
Villagers engage in a cockfighting in a make shift arena as part of the towns annual fiesta celebrations in Barangay San Roque outside Manila on August 10, 2014. Cockfighting is hugely popular in the Philippines where large amounts of money are wagered on battles between roosters.     AFP PHOTO / Jay DIRECTO (Photo by JAY DIRECTO / AFP)
Ilustrasi -- Sabung ayam di Filipina (dok. AFP/JAY DIRECTO)
Manila -

Seorang pejabat kepolisian di Filipina tewas saat menggerebek sebuah lokasi sabung ayam ilegal. Polisi ini diserang salah satu ayam aduan yang dipasangi silet.

Seperti dilansir AFP, Selasa (27/10/2020), polisi Filipina itu meninggal setelah arteri femoralis yang ada pada bagian pahanya tersayat silet.

Sabung ayam yang populer di Filipina dilarang oleh otoritas setempat, khususnya saat pandemi virus Corona (COVID-19) demi menghindari kerumunan orang dalam jumlah besar dan penularan virus itu.

Insiden tak biasa ini terjadi di Provinsi Samar Utara ketika seorang polisi bernama Letnan Christian Bolok, yang menjabat Kepala Kepolisian Kota San Jose, berupaya mengambil seekor ayam aduan saat mengumpulkan bukti dari sabung ayam ilegal tersebut.

Silet yang terpasang pada kaki ayam aduan itu mengenai paha bagian kiri Bolok dan dia mengalami pendarahan hingga akhirnya tewas.

"Itu adalah insiden yang sangat disayangkan dan sedikit nasib buruk yang tidak bisa saya jelaskan," tutur Kepala Kepolisian Provinsi Samar Utara, Kolonel Arnel Apud, yang merupakan atasan Bolok, kepada AFP.

"Saya tidak percaya ketika itu pertama kali dilaporkan kepada saya. Ini pertama kalinya dalam 25 tahun saya menjadi polisi, ketika saya kehilangan personel karena serangan ayam aduan," imbuhnya.

Tiga orang ditangkap dan dua ayam aduan disita dari penggerebekan di kota San Jose tersebut.

(nvc/rdp)