PM Thailand Abaikan Seruan Mundur, Ribuan Warga Berdemo Lagi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 09:51 WIB
Demonstran berdemo lagi usai PM Thailand menolak mengundurkan diri (AFP Photo)
Foto: Demonstran berdemo lagi usai PM Thailand menolak mengundurkan diri (AFP Photo)
Bangkok -

Ribuan orang berkumpul pada Minggu (25/10/2020) di persimpangan utama Bangkok untuk kembali menyerukan agar Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-O-Cha mundur. Prayut telah mengabaikan tenggat waktu untuk mundur yang ditetapkan oleh pengunjuk rasa.

Dilansir AFP, Senin (26/10) Prayuth, yang melancarkan kudeta tahun 2014, menghadapi tekanan dari gerakan prodemokrasi yang dipimpin mahasiswa, yang telah mengorganisir demonstrasi besar-besaran selama berbulan-bulan.

Mereka menganggap kekuasaannya - diperpanjang setelah pemilihan umum tahun lalu yang sangat disengketakan - sebagai tidak sah dan pada Rabu (21/10) memberinya waktu tiga hari untuk mundur.

Setelah batas waktu habis, ribuan orang berkumpul lagi di persimpangan Ratchaprasong di pusat kota Bangkok, yang dikelilingi pusat perbelanjaan dan diawasi oleh polisi lalu lintas.

"Jika Prayuth bersikeras untuk tidak mundur, kami akan tetap bersikeras untuk mengeluarkan dia," kata panitia penyelenggara Jatupat "Pai" Boonpattararaksa.

Dia menegaskan kembali tiga tuntutan inti gerakan - pengunduran diri Prayut; penyusunan ulang konstitusi bernaskah militer 2017; dan agar pihak berwenang "berhenti mengganggu" lawan politik.

Pertemuan tersebut dihadiri beragam orang - termasuk waria dengan pakaian resmi lengkap, orang-orang muda bertopi yang siap menghadapi tindakan keras polisi, dan pengunjuk rasa yang lebih tua yang khawatir akan ekonomi Thailand yang terjun bebas.

"Saya ingin Prayuth berpikir sebagai warga negara daripada sebagai perdana menteri," kata Nuch (43).

Video 'Ribuan Pengujuk Rasa di Thailand Kembali Turun ke Jalan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2