Raja Malaysia Tegaskan Penetapan Masa Darurat Tak Diperlukan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 19:02 WIB
The incoming 16th King of Malaysia, the sixth Sultan of Pahang, Al-Sultan Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Sultan Ahmad Shah Al-Mustain Billah inpects the guard of honour during the welcoming ceremony at the Parliament House in Kuala Lumpur on January 31, 2019. (Photo by MOHD RASFAN / AFP)
Raja Malaysia Sultan Abdullah (Foto: Photo by MOHD RASFAN/AFP)
Kuala Lumpur -

Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong, Sultan Abdullah Ahmad Shah, menolak usulan pengumuman keadaan darurat yang diusulkan Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin. Sultan Abdullah meyakini, saat ini penetapan masa darurat di Malaysia tidak diperlukan.

Pernyataan ini disampaikan Sultan Abdullah melalui Istana Negara, usai pertemuan khusus dengan anggota senior Kerajaan Malaysia lainnya. Pertemuan khusus itu digelar di Istana Negara sore ini waktu setempat, Minggu (25/10/2020).

"Pemerintah telah menangani pandemi dengan baik dan efektif dan Raja yakin pemerintahan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dapat terus melaksanakan kebijakan dan langkah-langkah penegakan hukum untuk mengendalikan penyebaran pandemi," kata Istana Negara dilansir dari The Strait Times.

"Pada saat ini Yang Mulia tidak perlu mengumumkan keadaan darurat di negara ini atau bagian mana pun dari Malaysia," imbuhnya.

Sultan Abdullah juga meminta anggota parlemen untuk menghentikan semua kisruh politik yang ada. Mereka juga diminta untuk tidak mengganggu kestabilan pemerintah yang ada.

"Anggota parlemen tidak perlu melanjutkan tindakan tidak bertanggung jawab yang dapat mengancam stabilitas pemerintah yang ada," lanjut pernyataan Istana Negara.

Seperti diketahui, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, sebelumnya menemui Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong, Sultan Abdullah pada Jumat (23/10) lalu. Dalam pertemuan itu, PM Muhyiddin dikabarkan meminta Sultan Abdullah untuk menetapkan keadaan darurat di Malaysia.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (23/10/2020), informasi tersebut disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui langsung soal pertemuan PM Muhyiddin dengan Sultan Abdullah.

Menurut salah satu sumber, masa darurat yang diusulkan akan mencakup penangguhan parlemen, yang dijadwalkan memulai sesi baru pada November mendatang. Kedua sumber yang tidak bisa disebut identitasnya karena tidak berwenang bicara ke media itu, tidak menyebut lebih lanjut alasan PM Muhyiddin mengajukan hal tersebut.

Tonton juga 'PM Malaysia Muhyiddin Yassin Jalani Karantina Mandiri':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/imk)