Babak Baru Kasus Aliran Dana Vatikan dalam Pelecehan Seksual

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 06:35 WIB
Belum lama ini Vatikan melaporkan kasus pertama terkait penyebaran virus corona. Kasus tersebut menambah daftar panjang kota dan negara yang terdampak COVID-19.
Foto: Vatikan (AP Photo/Andrew Medichini)
Melbourne -

Skandal aliran dana Vatikan dalam kasus pelecehan seksual memasuki babak baru. Kepolisian Australia tengah menyelidiki tuduhan yang menyebut sejumlah besar uang telah ditransfer dari Vatikan ke Australia oleh seorang rival Kardinal George Pell.

Seperti dilansir AFP, Kamis (22/10/2020), laporan surat kabar Italia bernama Corriere della Sera menyebut dana sebesar 700 ribu Euro (Rp 12 miliar) ditransfer ke Australia untuk mengamankan saksi-saksi yang memberatkan Pell dalam persidangan kasusnya.

Seorang juru bicara Kepolisian Federal Australia (AFP) menuturkan bahwa aspek yang terkait dengan tuduhan itu telah diteruskan kepada badan pengawas antikorupsi di negara bagian Victoria, tempat Pell bekerja.

Corriere della sera melaporkan pada bulan ini bahwa rival Pell di Vatikan, Giovanni Angelo Becciu, diduga berada di balik plot untuk mencemarkan nama baik Pell. Becciu telah membantah laporan itu.

Becciu yang sebelumnya menjabat orang nomor 2 di Sekretariat Negara Vatikan itu telah dipecat oleh Paus Fransiskus bulan lalu, menyusul tuduhan penggelapan dan nepotisme.

Tidak diketahui secara jelas dari laporan itu soal siapa yang diuntungkan dari pembayaran sejumlah dana itu.

Bos badan intelijen keuangan Australia, AUSTRAC, baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa organisasi mereka juga memeriksa tuduhan itu dan menyerahkan informasinya ke polisi.

"Saya bisa mengkonfirmasi bahwa AUSTRAC telah menyelidiki masalah tersebut dan kami telah memberikan informasi kepada AFP dan Kepolisian Victoria," demikian pernyataan Kepala Eksekutif AUSTRAC, Nicole Rose, kepada komisi Senat di Canberra.

Dituturkan juru bicara AFP bahwa pihak kepolisian sekarang sedang 'melakukan peninjauan' terhadap informasi yang diberikan kepada mereka oleh AUSTRAC.

Pada Desember 2018, Pell dinyatakan bersalah telah melakukan pelecehan seksual terhadap dua bocah paduan suara saat masih menjabat Uskup Melbourne. Pell dengan tegas membantah tuduhan itu dan Pengadilan Tinggi Australia membatalkan vonisnya pada April tahun ini setelah menyidangkan banding keduanya. Saat ini, Pell masih menghadapi gugatan perdata oleh ayah dari salah satu bocah paduan suara yang meninggal tahun 2014 lalu.

Selanjutnya
Halaman
1 2