Cekcok dengan Diplomat China, Diplomat Taiwan Dilarikan ke RS

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 13:44 WIB
Helicopters fly over President Office with Taiwan National flag during the National Day celebrations in Taipei, Taiwan, Saturday, Oct. 10, 2020. Taiwanese President Tsai Ing-wen said Saturday she has hopes for less tensions with China and in the region if Beijing will listen to Taipei’s concerns, alter its approach and restart dialogue with the self-ruled island democracy. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Ilustrasi -- Peringatan hari nasional Taiwan di Taipei beberapa waktu lalu (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Taipei -

Seorang diplomat Taiwan di Fiji masuk rumah sakit untuk dirawat setelah terlibat cekcok dengan dua diplomat China, bulan ini. Cekcok itu terjadi saat kedua diplomat China memaksa masuk ke sebuah acara hari nasional Taiwan yang digelar di Fiji pada awal Oktober.

Seperti dilansir Reuters, Senin (19/10/2020), Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam pernyataannya menyebut insiden itu terjadi pada 8 Oktober lalu, malam hari, dalam sebuah acara memperingati hari nasional Taiwan yang digelar Kantor Perwakilan Taiwan di Fiji.

Disebutkan lebih lanjut bahwa dua diplomat China berupaya masuk secara paksa ke dalam acara itu untuk mengambil foto dan mengumpulkan informasi soal siapa saja yang datang. Tindak kekerasan dilaporkan terjadi setelah sejumlah diplomat Taiwan berusaha mencegah dua diplomat China itu masuk ke lokasi acara.

Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan bahwa seorang diplomat Taiwan harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami cedera di kepala dalam insiden tersebut.

Kepolisian Fiji akhirnya memaksa dua diplomat China itu untuk meninggalkan lokasi acara. Dalam pernyataan terpisah, kedua diplomat China itu mengaku merekalah yang diserang oleh diplomat Taiwan.

Belum ada komentar resmi dari Kementerian Luar Negeri China maupun Kementerian Luar Negeri Fiji terkait insiden tersebut.

"Kami masih melihat apakah ini mewakili perilaku umum atau insiden terisolasi," ucap Wakil Menteri Luar Negeri Henry Tseng saat berbicara di parlemen Taiwan. "Tapi kami mengecam tindakan irasional oleh diplomat-diplomat China," tegasnya.

Sementara Kepala Departemen Asia Timur dan Pasifik pada Kementerian Luar Negeri Taiwan, Larry Tseng, menuturkan bahwa para diplomat China saat itu berupaya mencari tahu apakah ada politikus Fiji yang menghadiri acara tersebut. Disebutkan Tseng bahwa ada korban luka dari kedua pihak dalam cekcok yang diwarnai 'saling dorong' antara diplomat Taiwan dan China tersebut.

China diketahui masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. Diyakini China bahwa Taiwan tidak memiliki hak untuk menjalin hubungan diplomatik secara penuh dengan negara-negara asing. Beberapa waktu terakhir, China meningkatkan tekanan terhadap Taiwan agar mau menerima kedaulatan China. Salah satunya dengan mengirimkan jet-jet tempur ke dekat wilayah Taiwan.

Simak juga video 'China Mendesak Taiwan Kembali ke Pangkuannya':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)