Bom Mobil Targetkan Polisi Afghanistan Meledak, Tewaskan 12 Orang

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 00:22 WIB
A close-up photograph of Afghanistan from a desktop globe. Adobe RGB color profile.
Foto: Ilustrasi (Getty Images/KeithBinns)
Herat -

Sebuah bom mobil yang menargetkan markas besar polisi Afghanistan di barat Provinsi Ghor, meledak. Menewaskan sedikitnya 12 warga sipil dan melukai lebih dari 100 orang.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (18/10/2020), serangan itu terjadi di Ibu Kota Feroz Koh, Ghor, provinsi yang tidak mengalami banyak kekerasan dibandingkan dengan beberapa wilayah lain di negara yang dilanda konflik itu.

"Para teroris meledakkan sebuah mobil berisi bahan peledak...akibatnya 12 warga sipil tewas dan lebih dari 100 orang terluka," kata Kementerian Dalam Negeri.

Seorang pejabat kesehatan Ghor, Juma Gul Yakoobi, mengatakan kepada AFP bahwa korban juga termasuk anggota pasukan keamanan. Kepresidenan menyalahkan Taliban atas serangan itu.

"Berlanjutnya kekerasan dan serangan oleh Taliban akan secara serius menantang upaya perdamaian oleh pemerintah Afghanistan dan mitra internasionalnya," katanya.

Pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan dimulai di Qatar bulan lalu, tetapi kekerasan terus berlanjut di lapangan. Ribuan keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka di Provinsi Helmand yang bergolak bulan ini saat pertempuran sengit meletus antara Taliban dan pasukan pemerintah.

Pertempuran sporadis berlanjut bahkan pada hari Minggu ketika pasukan pemerintah dengan serangan balasan untuk merebut kembali beberapa wilayah yang hilang di dan sekitar Ibu Kota Provinsi Lashkar Gah, kata para pejabat.

Awal pekan ini, negosiator top Amerika Serikat (AS) Zalmay Khalilzad mengatakan Taliban telah meyakinkan pasukan AS untuk mengurangi serangan dan korban.

"Saat ini terlalu banyak warga Afghanistan yang sekarat. Dengan pengaturan ulang, kami memperkirakan jumlah itu akan turun secara signifikan," tulis Khalilzad, yang merundingkan kesepakatan 29 Februari dengan Taliban untuk menarik pasukan AS, di Twitter.

Namun, Taliban menuduh pasukan Amerika melanggar kesepakatan itu dengan melakukan serangan udara di Helmand terhadap pejuang mereka.

"Semua isi perjanjian AS-Islamic Emirate tidak ambigu, tetapi pihak berlawanan telah melanggar komitmennya dalam banyak kesempatan, terlibat dalam tindakan provokatif dan pemboman zona non-pertempuran," kata Taliban dalam sebuah pernyataan.

Militer AS menepis tuduhan Taliban. "Serangan udara AS di Helmand dan Farah telah dan terus menjadi semata-mata untuk mempertahankan ANDSF karena mereka diserang oleh Taliban," kata Juru Bicara militer AS Kolonel Sonny Leggett di Twitter merujuk pada pasukan pemerintah Afghanistan.

(rfs/rfs)