Cerita Ambulans yang Dibukakan Jalan di Demo Hong Kong dan Thailand

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 10:53 WIB
An ambulance is pictured surrounded by thousands of protesters dressed in black during a new rally against a controversial extradition law proposal in Hong Kong on June 16, 2019. - Hundreds of thousands of protesters choked Hong Kongs streets for a second straight on June 16 in a defiant rebuke of a reviled extradition law, piling pressure on the citys embattled pro-Beijing leader despite a weekend climbdown. (Photo by HECTOR RETAMAL / AFP)
Foto: Demonstran di Hong Kong buka jalan untuk ambulans (HECTOR RETAMAL / AFP)
Jakarta -

Ambulans mendapatkan posisi yang sulit dalam demonstrasi, hal ini tampak dari demonstrasi Pilpres 2019 dan demo UU Cipta Kerja. Sedangkan di Hong Kong dan Thailand, ambulans dihargai dengan diberi jalan.

Hal ini tampak, misalnya dalam demonstrasi di Thailand yang meminta Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mundur. Demonstrasi ini sudah berlangsung hampir dua pekan.

Para pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Bangkok pada 15 Oktober menyerukan pengunduran diri perdana menteri negara itu setelah dekrit darurat disahkan yang secara efektif melarang protes.

Polisi juga menangkap para pemimpin protes dan sekitar 20 pengunjuk rasa setelah mengeluarkan keputusan tersebut. Para pemimpin tersebut menghadapi tuduhan mengatur demonstrasi, menurut Bangkok Post.

Seperti dilansir Storyful, ada video yang menunjukkan kerumunan besar demonstran yang membelah diri untuk memberi jalan untuk ambulans. Tangkapan video ini viral di media sosial. Bahkan salah satu tangkapan layarnya diunggah oleh aktivis Hong Kong, Joshua Wong dalam cuitannya.

Tonton juga 'Inggris Uji Coba Layanan Ambulans 'Iron Man':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2