Ratusan Massa Lakukan Aksi di Gerbang Parlemen Nigeria

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 03:18 WIB
London, UK - March 26, 2011: A breakaway group of protesters march through the streets of the British capital during a large austerity rally.
Ilustrasi aksi unjukrasa (Foto: iStock)
Jakarta -

Ratusan pengunjuk rasa berbaris ke gerbang parlemen Nigeria. Hal ini dilakukan usai tentara disebut siap menangani demonstrasi yang menentang kebrutalan Polisi.

Dilansir Reuters, Jumat (15/10/2020) protes itu menentang larangan aksi massa di ibu kota Abuja. Dimana menurut pemerintah diberlakukan larangan tersebut untuk menghentikan penyebaran virus Corona.

Kerumunan orang juga disebut, memblokir jalan dan mengibarkan bendera serta spanduk di pusat komersial Lagos. Terdapat pria tak dikenal yang memegang senjata, video di media sosial menunjukkan pria tersebut keluar dari bus dan mengejar pengunjuk rasa.

"Kami sudah cukup menderita. Kami kaum muda ingin berdiri, tidak ada lagi kebrutalan," kata seorang demonstran, Obinna Paul.

Gubernur negara bagian Lagos Babajide Sanwo-Olu melalui akun Twitternya, mengutuk serangan terhadap pengunjuk rasa damai. "Oleh elemen bersenjata dan tidak bermoral yang mencoba menyebabkan kekacauan," katanya.

Disebutkan, pada Rabu malam, militer mengeluarkan pernyataan berjudul 'Tentara Nigeria memperingatkan elemen subversif dan pembuat masalah'. Dimana isinya menyebut tentara Nigeria siap mendukung otoritas sipil.

"NA (Tentara Nigeria) siap untuk sepenuhnya mendukung otoritas sipil dalam kapasitas apa pun untuk menjaga hukum dan ketertiban dan menangani situasi apa pun secara tegas," katanya.

Para pengunjuk rasa sebelumnya telah melakukan pawai setiap hari sejak Rabu pekan lalu, menyerukan perombakan pasukan polisi. Polisi disebut telah menanggapi demonstrasi dengan pemukulan, gas air mata dan tembakan, yang menurut kelompok hak asasi manusia Amnesty International telah menewaskan sedikitnya 10 orang. Namun polisi pada Selasa sepakat untuk berhenti menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

(dwia/dwia)