Pfizer Mulai Uji Coba Vaksin Corona pada Anak-anak, Paling Muda 12 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 11:18 WIB
Virus corona: Para pemimpin dunia sepakat galang Rp120 triliun demi ciptakan vaksin virus corona
Ilustrasi (BBC World)
Cincinnati -

Perusahaan pembuat obat asal Amerika Serikat (AS), Pfizer, akan memulai uji coba vaksin eksperimental virus Corona (COVID-19) pada anak-anak dengan yang paling muda berusia 12 tahun. Para orangtua dilaporkan menunjukkan ketertarikan untuk mendaftarkan anak mereka dalam uji coba ini.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Rabu (14/10/2020), uji coba vaksin Corona terhadap anak-anak ini akan menjadi yang pertama di AS. Diketahui bahwa uji coba terhadap anak-anak dilakukan pada tahap akhir untuk memahami bagaimana vaksin bekerja pada kelompok usia yang lebih luas.

Meskipun diketahui bahwa gejala Corona parah tergolong sangat langka pada anak-anak yang terinfeksi, anak-anak masih bisa menularkan virus Corona terhadap kelompok berisiko tinggi termasuk warga lanjut usia (lansia).

Hal itu membuat penentuan efektivitas vaksin potensial pada anak-anak sangat penting, karena vaksin bekerja secara berbeda pada anak-anak dan orang dewasa.

Direktur Pusat Penelitian Vaksin pada Rumah Sakit Anak Cincinnati, Dr Robert Frenck, menyatakan bahwa sebuah tim di rumah sakit itu akan mulai memvaksinasi remaja berusia 16-17 tahun pada pekan ini. Tim itu selanjutnya akan memvaksinasi anak-anak berusia 12-15 tahun.

Pihak Pfizer mengonfirmasi pada situs resminya bahwa mereka telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menyertakan anak-anak dengan usia paling mudah 12 tahun dalam uji cobanya.

"Kami benar-benar berpikir vaksin untuk remaja dan anak-anak akan sangat penting untuk mengendalikan COVID," tutur Dr Frenck kepada CNN.

"Saya pikir salah satu hal yang penting untuk diingat adalah meskipun tingkat kematian anak-anak dengan COVID lebih rendah dari orang dewasa yang lebih tua, itu bukan nol," jelasnya.

Dia menekankan bahwa lebih dari setengah juta anak-anak telah didiagnosis terinfeksi virus Corona di wilayah AS. "Ini bukan infeksi yang tidak ada pada anak-anak," tandasnya.

Pfizer diketahui tengah berlomba mengembangkan vaksin yang aman dan efektif untuk virus Corona, dengan saingan seperti Moderna Inc, AstraZeneca Plc dan Johnson & Johnson.

(nvc/rdp)