Ada 6 Kasus Corona, Kota di China Akan Tes 9 Juta Orang dalam 5 Hari

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 12:53 WIB
A health worker wearing a protective suit takes a swab test from a woman at Guangan Sport Center for people who visited or live near the Xinfadi Market in Beijing on June 14, 2020. - The domestic COVID-19 coronavirus outbreak in China had been brought largely under control through strict lockdowns that were imposed early this year -- but a new cluster has been linked to Xinfadi market in south Beijing. (Photo by Noel Celis / AFP)
Ilustrasi -- Tes Corona massal di Beijing, China, beberapa waktu lalu (AFP/NOEL CELIS)
Beijing -

Lebih dari 9 juta orang yang tinggal di kota pelabuhan Qingdao, China, akan menjalani tes virus Corona (COVID-19) secara massal setelah muncul wabah baru. Tes Corona massal itu digelar usai otoritas setempat mendeteksi enam kasus Corona dalam sehari terakhir.

Seperti dilansir AFP, Senin (12/10/2020), otoritas kota Qingdao mengonfirmasi kemunculan enam kasus Corona pada Minggu (11/10) waktu setempat. Kasus-kasus baru Corona itu terdeteksi berasal dari sebuah rumah sakit setempat.

Komisi Kesehatan Kota Qingdao dalam pernyataan terbaru mengumumkan tes Corona massal akan digelar di sedikitnya lima distrik setempat 'dalam tiga hari' dan di seluruh kota tersebut 'dalam lima hari'. Ini akan menjadi tes massal pertama dalam beberapa bulan terakhir.

China diketahui memiliki kemampuan tes Corona yang luas dan cepat. Komisi Kesehatan Kota Qingdao menyatakan bahwa lebih dari 140 ribu pegawai 'institusi medis, pasien yang baru dirawat dan para personel' telah menjalani tes Corona sejak kasus-kasus baru dikonfirmasi.

Pada Juni lalu, sebagian besar area ibu kota Being -- yang berpenduduk lebih dari 20 juta jiwa -- menjadi sasaran tes massal setelah terdeteksi kasus baru terkait sebuah pasar makanan.

China telah bangkit kembali sejak virus Corona pertama terdeteksi di kota Wuhan pada akhir tahun lalu, yang memicu penutupan negara tersebut dan berdampak pada perekonomian terbesar kedua di dunia itu.

Selama liburan 'Golden Week' pekan lalu, ratusan juta orang melakukan perjalanan di berbagai wilayah China. Tes rapid dan lockdown menjadi cara ampuh untuk memadamkan gelombang kedua Corona di negara tersebut.

(nvc/ita)