Gunung Kilimanjaro Dilanda Kebakaran, Penyebabnya Belum Diketahui

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 11:55 WIB
The snow covered peak of Mt. Kilimanjaro is seen from the Amboseli National Park June 21, 2018. - Amboseli is among the most renowned case studies in the world for elephant population and behavioural factors with the last official count of the perchyderms, carried out in the year 2011, yielding some 1200 animals. Preparations are underway for an Elephant aerial census over the 392 square-kilometre park with trial runs kicking off in June. (Photo by TONY KARUMBA / AFP)
Ilustrasi -- Gunung Kilimanjaro (AFP/TONY KARUMBA)
Dodoma -

Kebakaran dilaporkan melanda Gunung Kilimanjaro, yang merupakan gunung tertinggi di benua Afrika. Otoritas setempat sedang melakukan upaya pemadaman.

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/10/2020), dinas Taman Nasional Tanzania (TANAPA) melaporkan via akun Twitternya bahwa kebakaran muncul di kawasan Gunung Kilimanjaro pada Minggu (11/10) sore waktu setempat.

TANAPA menyertakan sebuah foto buram yang menunjukkan beberapa titik api menyala di kawasan Gunung Kilimanjaro.

"Kebakaran muncul di Gunung Kilimanjaro pada sore ini," demikian pernyataan TANAPA dalam postingan Twitter-nya pada Minggu (11/10) waktu setempat.

"Upaya untuk memadamkannya sedang berlangsung. Lebih banyak detail akan menyusul," imbuh pernyataan itu.

Penyebab kebakaran tersebut belum diketahui pasti.

Seorang pejabat TANAPA, Pascal Shelutete, menuturkan kepada Reuters via telepon pada Minggu (11/10) malam waktu setempat bahwa dirinya belum memiliki informasi detail soal kebakaran itu.

Gunung Kilimanjaro merupakan puncak tertinggi Afrika, dengan ketinggian nyaris mencapai 6 ribu meter di atas permukaan laut. Setiap tahunnya, sekitar 50 ribu wisatawan mendaki puncak Kilimanjaro.

(nvc/ita)