Nyaris 4 Tahun Disandera di Mali, Relawan Kemanusiaan Prancis Bebas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 14:10 WIB
In this photo provided by the Mali Presidency, French ex-hostage Sophie Petronin is seen at the presidential palace after being released and flown to the capital Bamako, Mali, late Thursday, Oct. 8, 2020. A prominent Malian politician and three European hostages freed by Islamic extremists in northern Mali this week landed in the countrys capital late Thursday where they held emotional reunions with family members and were greeted by government officials. (Mali Presidency via AP)
Sophie Petronin (Mali Presidency via AP)
Bamako -

Seorang relawan kemanusiaan asal Prancis yang diculik di Mali, Afrika Barat, akhirnya dibebaskan setelah nyaris empat tahun disandera. Dibebaskannya relawan bernama Sophie Petronin ini membuat Presiden Prancis Emmanuel Macron merasa lega.

Seperti dilansir CNN, Jumat (9/10/2020), pembebasan Petronin yang kini berusia 75 tahun diumumkan langsung oleh kantor kepresidenan Mali pada Kamis (8/10) waktu setempat. Petronin diketahui diculik oleh kelompok ekstremis bersenjata di kota Gao, Mali, pada Desember 2016 lalu.

Dia berada di Mali sebagai relawan kemanusiaan yang mengelola sebuah yayasan amal untuk anak-anak yang menderita kekurangan gizi.

Politikus Mali, Soumaila Cisse, juga ikut dibebaskan setelah disandera selama nyaris 7 bulan.

Presiden Macron mengaku 'sangat lega' mengetahui pembebasan Petronin. "Presiden Republik ini khususnya berterima kasih kepada otoritas Mali atas pembebasan ini," demikian pernyataan yang dirilis pemerintah Prancis.

"Dia meyakinkan mereka soal seluruh keinginan Prancis untuk mendukung Mali dalam perang yang dilancarkan melawan terorisme," imbuh pernyataan itu.

Keponakan Petronin, Lionel Granouillac, menuturkan kepada BFM TV bahwa bibinya telah dibebaskan setelah disandera selama 1.381 hari. Namun kabar pembebasan itu baru resmi diumumkan pemerintah Mali dan Prancis pada Kamis (8/10) waktu setempat.

(nvc/ita)