Masjid di Libya Buka Kembali Usai 7 Bulan Tutup Gegara Pandemi Corona

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 04:06 WIB
masjid.
Foto: Ilustrasi (dikhy sasra)
Tripoli -

Sejumlah masjid di Ibu Kota Tripoli, Libya, dibuka kembali setelah hampir tujuh bulan diperintahkan ditutup sebagai bagian dari pembatasan ketat untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Masjid di sekitar Tripoli juga diperkenankan untuk dibuka.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/10/2020), Libya yang dilanda jaringan konflik yang kompleks sejak penggulingan diktator lama Moamar Kadhafi dalam pemberontakan 2011, telah mengalami lonjakan kontaminasi sejak kasus virus Corona pertama pada Maret lalu.

Menurut angka resmi terbaru, ada lebih dari 41.000 kasus virus yang dikonfirmasi dan 621 kematian di Libya, negara berpenduduk kurang dari tujuh juta orang itu.

Pemerintah Kesepakatan Nasional yang diakui PBB berbasis di Ibu Kota Tripoli mengizinkan pembukaan kembali masjid, tetapi dengan syarat. Masjid-masjid di Tripoli dan kota-kota terdekat dibuka kembali untuk salat, dengan umat mengenakan masker dan menjaga jarak. Mereka juga membawa permadani sendiri.

Imam Masjid Jaafar bin Abi Thalib di pinggiran barat Janzour mengatakan kepada AFP bahwa kampanye 'kesadaran' diluncurkan menjelang pembukaan kembali.

"Kami membagikan selebaran yang menjelaskan kondisi di mana shalat dapat dilanjutkan di masjid sesuai dengan pedoman pemerintah," kata Abdel Monem al-Rayani.

Pedoman tersebut membatasi jumlah orang di masjid untuk salat hingga setengah tingkat sebelum pandemi virus Corona, katanya. Masjid yang gagal memenuhi batasan pemerintah itu akan ditutup.

Penutupan masjid diperintahkan secara nasional ketika kasus pertama virus Corona muncul pada pertengahan Maret, meskipun di beberapa kota dan distrik larangan tersebut diabaikan. Adzan masih dikumandangkan tapi dengan anjuran untuk salat di rumah.

(rfs/rfs)