Konflik Berlanjut, Roket Azerbaijan Hantam Kota Karabakh

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 15:30 WIB
Armenia - Azerbaijan: Pertempuran kedua negara kembali meletus di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh
Foto ilustrasi perang Azerbaijan-Armenia: BBC World
Jakarta -

Pasukan Azerbaijan menembaki Stepanakert, kota utama di wilayah Nagorno-Karabakh. Mereka menembaki kota Stepanakert dengan roket.

Dilansir AFP, Minggu (4/10/2020), tim AFP di Stepanakert mendengar suara sirene sekitar pukul 09.30 waktu setempat yang diikuti oleh beberapa ledakan. Listrik di kota itu juga padam akibat peristiwa itu.

"Pasukan Azerbaijan menembaki sasaran sipil di Stepanakert dengan roket," kata juru bicara kementerian pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan, kepada AFP.

Pihak berwenang Azerbaijan mengatakan mereka telah mengambil tindakan pembalasan setelah tembakan roket oleh separatis Armenia dari Stepanakert.

Secara terpisah, Kementerian pertahanan di Baku mengatakan angkatan bersenjata Armenia menembakkan roket ke kota Terter dan Horadiz di wilayah Fizuli dari Stepanakert. Baku dan Yerevan selama beberapa dekade terkurung dalam konflik yang membara atas provinsi etnis Armenia yang memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang sengit pada 1990-an.

Pertempuran baru yang meletus 27 September telah menjadi yang terberat dalam beberapa dekade dan telah merenggut lebih dari 240 nyawa, termasuk lebih dari 30 warga sipil. Pertempuran berlanjut meskipun ada seruan internasional untuk menghentikan bentrokan.

Azerbaijan dan Armenia diminta memulai diskusi dan menghentikan konflik karena dikhawatirkan pertempuran itu dapat meluas menjadi perang multi-front yang menyedot kekuatan regional Turki dan Rusia.

Diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah memperingatkan anggota NATO Turki - yang mendukung Azerbaijan - terhadap dugaan penyebaran militan dari Suriah ke konflik Karabakh.

Deklarasi kemerdekaan Karabakh dari Azerbaijan memicu perang di awal 1990-an yang merenggut 30.000 nyawa, tetapi masih belum diakui sebagai negara merdeka oleh negara mana pun, termasuk Armenia. Pembicaraan untuk menyelesaikan konflik sebagian besar terhenti sejak perjanjian gencatan senjata tahun 1994.

(zap/gbr)