Pemerintah Turki Dituduh Tutupi Situasi Pandemi Corona Sebenarnya

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 16:22 WIB
Warga Turki yang berusia 65 tahun ke atas mulai diperbolehkan keluar rumah. Sebelumnya mereka dilarang keluar rumah selama dua bulan terkait virus Corona.
Ilustrasi -- Situasi di Turki saat pandemi Corona (AP/Burhan Ozbilici)
Ankara -

Pemerintah Turki dituduh menyembunyikan situasi sebenarnya dari pandemi virus Corona (COVID-19) di negara tersebut. Tuduhan ini muncul setelah Kementerian Kesehatan Turki mengungkapkan bahwa angka harian kasus Corona yang dirilis hanya mencakup pasien dengan gejala dan bukan semua kasus positif Corona.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (1/10/2020), Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, mengakui dalam konferensi pers pada Rabu (30/9) malam bahwa sejak 29 Juli, Turki telah melaporkan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit atau di rumah masing-masing.

Angka itu, sebut Koca, tidak termasuk kasus positif Corona tanpa gejala (asymptomatic). Penjelasan ini disampaikan Koca saat ditanya soal jumlah tambahan kasus harian, yang menjadi indikator penting untuk mencari tahu arah pandemi Corona di negara manapun.

"Kita bicara soal orang-orang dengan gejala. Kita memberikan ini sebagai jumlah pasien harian," tutur Koca kepada wartawan setempat.

Pengungkapan itu memicu protes publik di media sosial, dengan orang-orang meminta pemerintah Turki mengungkap jumlah kasus Corona sebenarnya di tengah populasi 83 juta jiwa. Tagar berbunyi 'Berapa jumlah kasusnya? menjadi trending di Turki pada Kamis (1/10) waktu setempat.

Asosiasi Medis Turki yang selama berbulan-bulan menuduh pemerintah tidak melaporkan seluruh kasus Corona, menyerukan transparansi. Kelompok ini mempertanyakan data kasus harian setelah pemerintah Turki pada 29 Juli mengubah kata-kata dalam penghitungan dari 'kasus' menjadi 'pasien'.

"Anda gagal memimpin proses secara transparan. Anda menyembunyikan kebenaran. Anda gagal mencegah penyebaran," tegas Asosiasi Medis Turki dalam pernyataannya.

Ketua Asosiasi Medis Turki, Sebnem Korur-Fincanci, dalam komentarnya menyatakan: "Kebenaran adalah hak kami."

Pengungkapan Kementerian Kesehatan Turki ini terjadi setelah seorang anggota parlemen oposisi, Murat Emir, mengklaim bahwa jumlah kasus Corona harian sebenarnya mencapai 19 kali lipat lebih banyak dibanding data yang dilaporkan pemerintah.

Koca menepis klaim Emir itu, dengan menegaskan bahwa seluruh informasi yang dirilis pada tabel yang menunjukkan data kasus harian adalah benar.

Pada Rabu (30/9) waktu setempat, pemerintah Turki melaporkan 1.391 'pasien' baru dan 65 kematian akibat Corona. Sejauh ini, total 318 ribu orang terinfeksi Corona di Turki, dengan 8.195 orang meninggal dunia.

(nvc/rdp)