Ayah dan Anak Diadili di AS karena Bergabung dengan ISIS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 15:23 WIB
Bendera dan logo ISIS. REUTERS
Ilustrasi (Pool)
Miami -

Seorang pria Amerika Serikat (AS) yang berusia 14 tahun saat ayahnya membawa dia ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) didakwa membantu kelompok teroris. Sang ayah juga dijerat dakwaan yang sama.

Seperti dilansir AFP, Kamis (1/10/2020), Jihad Ali yang kini berusia 19 tahun dan ayahnya, Emraan Ali (53), dipulangkan ke AS dari Suriah, setelah mereka ditahan sejak tahun lalu oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) bersama ratusan militan asing yang ditangkap usai kekalahan ISIS.

Ayah dan anak ini diadili di pengadilan federal Miami atas dakwaan memberikan dukungan material untuk organisasi teroris asing.

Sang ayah yang warga naturalisasi AS kelahiran Trinidad & Tobago ini membawa istrinya, kemudian Jihad yang lahir di New York dan lima anak lainnya ke Suriah tahun 2015 lalu untuk bergabung dengan ISIS. Sang ayah terinspirasi oleh ajaran dari penceramah Al-Qaeda kelahiran AS, Anwar Awlaki.

Kepada penyidik Biro Investigasi Federal (FBI) tahun lalu, Jihad menuturkan bahwa dirinya 'bersemangat untuk pergi ke tempat baru dan melihat dunia'.

Kemudian tahun 2015, dia mengikuti pelatihan senjata dan perang ISIS dan sempat ditugaskan ke sebuah batalion ISIS untuk penutur bahasa Inggris. Dokumen persidangan menyebut Jihad sempat memamerkan momen saat dirinya bergabung dalam pertempuran via Facebook.

"Jihad menggambarkan sejumlah pelatihan sebagai hal keren dan beberapa pelatihan lainnya menakutkan," demikian seperti disebutkan dakwaan pengadilan.

Selanjutnya
Halaman
1 2