AS Adili Warganya yang Bergabung dengan ISIS di Suriah

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 12:06 WIB
A member of the US-backed Syrian Democratic Forces removes an Islamic State group flag in the town of Tabqa, near Syrias Raqa, on April 30, 2017 (AFP Photo/DELIL SOULEIMAN)
Foto: Bendera ISIS (AFP Photo/DELIL SOULEIMAN)
Washington DC -

Jaksa di Washington, Amerika Serikat telah mendakwa seorang warga AS karena bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah. Dakwaan itu dipaparkan dalam pernyataan Departemen Kehakiman pada hari Rabu (16/9/2020).

Seperti dilansir AFP, Kamis (17/9) dakwaan tersebut menyatakan bahwa Lirim Sylejmani bersekongkol untuk memberikan dukungan material kepada ISIS, yang diklasifikasikan Amerika Serikat sebagai organisasi teroris, antara 2015 dan 2019.

Departemen Kehakiman juga mengklaim Sylejmani menerima pelatihan militer dari kekhalifahan gadungan itu.

"Terdakwa adalah warga negara AS yang meninggalkan negara yang menyambutnya untuk bergabung dengan ISIS di Suriah," kata penjabat pengacara AS Sherwin dalam pernyataan mengenai Sylejmani yang lahir di Kosovo. "Dia sekarang akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya di ruang sidang Amerika," imbuhnya.

Menurut pernyataan itu, Sylejmani ditangkap oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS tahun lalu, sebelum menghadapi penyelidikan Satuan Tugas Terorisme Gabungan Kantor Lapangan FBI di Washington.

Pertanyaan tentang bagaimana menangani para militan asing ISIS yang ditangkap telah membuat jengkel pemerintah negara-negara Barat. AS pun terus meminta negara-negara Eropa untuk memulangkan dan mengadili warga negara mereka sendiri.

Negara-negara seperti Prancis dan Inggris menolak kembalinya para pendukung kelompok ISIS yang sangat kejam, yang telah mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan mengerikan terhadap warga sipil.

Beberapa pemerintah Eropa, termasuk Inggris, telah mencabut kewarganegaraan sejumlah warganya atas dugaan keterlibatan dengan ISIS. Tetapi AS telah menolak pendekatan ini.

Lihat juga video 'Kelompok Kecil ISIS Serang Penjara di Afghanistan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2