Jelang Debat Perdana Pilpres AS, Joe Biden Rilis Data Pembayaran Pajak

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 05:06 WIB
Pilpres AS: Mungkinkah Joe Biden mengalahkan Donald Trump dan jadi presiden AS berikutnya?
Joe Biden (Foto: BBC World)
Washington DC -

Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari partai Demokrat, Joe Biden merilis pembayaran pajaknya selama empat tahun terakhir hanya beberapa jam sebelum debat dengan Presiden Donald Trump. Trump diketahui menghadapi kritik karena hampir tidak membayar pajak penghasilan federal.

Dilansir AFP, Rabu (30/9/2020) Biden dan istrinya, Jill melaporkan bahwa membayar pajak sebanyak USD 299.346 pajak pendapatan federal untuk tahun 2019. Data tersebut berdasarkan formulir yang diajukan ke Internal Revenue Service dan dirilis oleh tim kampanye Biden.

Jumlah tersebut sangat kontras dengan Trump, yang membanggakan kesuksesannya sebagai pengusaha miliarder tetapi hanya membayar USD 750 dalam pajak penghasilan federal pada tahun 2016, menurut laporan The New York Times.

Biden membayar pajak sekitar jutaan USD pada tahun 2018 dan 2017, ketika Biden dan istrinya masing-masing memperoleh USD 4,5 juta dan USD 11 juta.

Kampanye tersebut juga merilis pengembalian pajak 2019 untuk pasangan Biden, Kamala Haris dan Suaminya, Doug Emhoff, yang menunjukkan mereka membayar pajak USD 1,18 juta dengan mendapatkan penghasilan lebih dari USD 3,2 juta.

Masalah perpajakan dan masa lalu keuangan Trump hampir pasti muncul dalam debat pertama yang akan berlangsung Selasa malam waktu setempat nanti di Cleveland, Ohio, AS.

The Time menuduh Trump hanya membayar pajak sebesar USD 750 dalam pajak pendapatan federal pada tahun 2016 dan pada tahun 2017. Sementara sama sekali tidak ada pajak pendapatan federal yang dilaporkan Trump pada 10 dari 15 tahun sebelumnya karena dia melaporkan kehilangan banyak uang dari pada pendapatan.

Trump segera menepis tuduhan itu sebagai "berita yang sepenuhnya palsu,"

Tetapi masalah ini berpotensi memiliki pengaruh kepada para pemilih, terutama kelas pekerja Amerika, jutaan di antaranya berjuang untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi virus Corona dan belum membayar pajak kepada pemerintah.

(lir/lir)