Disebut Tak Bayar Pajak Selama 10 Tahun, Ini Kata Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 10:47 WIB
President Donald Trump speaks with reporters as he walks to Marine One on the South Lawn of the White House, Tuesday, Sept. 15, 2020, in Washington. Trump is en route to Philadelphia. (AP Photo/Alex Brandon)
Donald Trump (AP Photo/Alex Brandon)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menegaskan dirinya telah membayar 'jutaan dolar sebagai pajak'. Hal ini menanggapi laporan New York Times (NYT) yang menyebut Trump tidak membayar pajak penghasilan selama 10 tahun.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (29/9/2020), Trump juga menegaskan dirinya memiliki lebih banyak aset daripada utang. Namun Trump tidak memberikan bukti atau janji untuk merilis laporan keuangannya sebelum pemilihan presiden (pilpres) 3 November mendatang.

Dalam pernyataan via Twitter, Trump memberikan tanggapan atas laporan NYT yang menyebut dirinya hanya membayar US$ 750 sebagai pajak pendapatan federal pada tahun 2016 dan 2017 lalu, setelah bertahun-tahun melaporkan kerugian besar pada kerajaan bisnisnya. Laporan NYT juga menyebut Trump tidak membayar pajak penghasilan selama 10 tahun dari 15 tahun terakhir.

"Saya membayar jutaan dolar sebagai pajak tapi berhak seperti orang-orang lainnya, atas depresiasi dan kredit pajak," klaim Trump dalam penjelasannya.

"Saya sangat under-leveraged -- saya memiliki sangat sedikit utang dibandingkan dengan nilai aset," imbuhnya.

Ditegaskan juga oleh Trump bahwa dirinya memiliki 'aset luar biasa' dan mengklaim laporan keuangannya 'sangat IMPRESIF'.

Laporan NYT menyebut Trump memiliki utang ratusan juta dolar AS di tengah kerugian bisnis kronis yang dia gunakan untuk menghindari pembayaran pajak. NYT menyebut pihaknya mendapatkan laporan pengembalian pajak yang mencakup lebih dari dua dekade untuk Trump dan perusahaan-perusahaan dalam kerajaan bisnisnya.

Laporan soal utang Trump ini memicu kekhawatiran keamanan nasional, dengan Ketua House of Representatives (HOR) Nancy Pelosi menyatakan publik berhak mengetahui kepada siapa Trump berutang karena itu bisa digunakan untuk memanfaatkannya. "Bagi saya, ini menjadi pertanyaan keamanan nasional," ucap Pelosi.

Trump melanggar tradisi kepresidenan AS dengan menolak untuk merilis laporan pajaknya, bahkan melakukan perlawanan di pengadilan dan memicu berbagai spekulasi soal apa yang mungkin ada di dalam laporan pajak itu. Trump beralasan dirinya sedang diaudit oleh Internal Revenue Service (IRS), namun pihak IRS menyatakan tidak ada alasan bagi Trump untuk tidak merilis laporan pajak ke publik saat diaudit.

(nvc/ita)