Bukan Pertama Kali, Vanuatu Rutin Serang Indonesia soal Papua di PBB

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 16:22 WIB
Ruang sidang PBB (Reuters)
Foto: Ruang sidang PBB (Reuters)
Jakarta -

Perdana Menteri Republik Vanuatu Bob Loughman menyinggung isu pelanggaran HAM di Papua dalam Sidang Majelis Umum PBB. Ini bukan kali pertama bagi negara Samudra Pasifik itu mengungkit masalah Papua untuk menyerang Indonesia.

Berdasarkan catatan detikcom, kritikan Vanuatu kepada Indonesia soal dugaan pelanggaran HAM di Papua sudah ada sejak 2016. Vanuatu selalu memanfaatkan kesempatan berbicara di Sidang Majelis Umum PBB untuk masalah ini.

Berikut ini rentetan kritik Vanuatu tentang masalah Papua di Indonesia:

2016

Seperti dilansir ABC Australia pada 28 September 2016, Vanuatu bersama negara-negara di Kepulauan Pasifik lainnya mengkritik catatan HAM Indonesia di Papua dan Papua Barat. Mereka menggunakan kesempatan berpidato di Majelis PBB untuk mendesak dilakukannya penentuan nasib sendiri di wilayah tersebut.

Komentar ini mendapatkan respon yang kuat dari delegasi Indonesia, yang mengatakan kritik itu bermotif politik dan dirancang untuk mengalihkan perhatian dari masalah di negara mereka sendiri.

Nara Masista Rakhmatia, seorang pejabat di misi tetap Indonesia untuk PBB, pada gilirannya berbicara menuduh negara-negara Kepulauan Pasifik telah mengganggu kedaulatan nasional Indonesia.

"Laporan bermotif politik mereka dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi Papua Barat, yang telah secara konsisten terlibat dalam menghasut kekacauan publik dan dalam melakukan serangan teroris bersenjata," katanya.

2017

Selanjutnya, di tahun berikutnya Vanuatu masih membawa isu yang sama pada acara Sidang Umum PBB. Indonesia pun membacakan hak jawab dalam sesi debat umum di Sidang Umum ke-72 PBB itu. Kali ini adalah Ainan Nuran yang membacakan hak jawab itu pada 25 September 2017.

"Tuan Presiden, delegasi Indonesia akan menggunakan hak jawab atas pernyataan dari Vanuatu dan Kepulauan Solomon, serta digemakan oleh Tuvalu dan Granadies tentang Papua dan Papua Barat," kata Ainan seperti dalam video yang diunggah situs resmi PBB yang dilihat detikcom, Selasa (10/10/2017).

Ainan tampak membaca sebuah naskah di mejanya. Dia membacakan pernyataan atas nama Indonesia itu dengan suara lantang dan tegas.

"Satu kali sudah terlalu banyak untuk hoax dan dugaan keliru yang diedarkan oleh individu-individu yang termotivasi untuk melakukan aksi separatis di Papua dan Papua Barat," ungkap Ainan.

Pada pernyataan itu Ainan juga menyebutkan bahwa negara-negara yang pro-separatis tak mengerti atau bahkan menolak untuk mengerti tentang pembangunan di Papua dan Papua Barat. Dia lalu menyebutkan beberapa di antaranya.

Tonton juga 'Pertengkaran China dan AS di Sidang PBB soal Corona':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3