Aset Alexei Navalny Dibekukan Rusia Usai Diduga Diracun

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 12:13 WIB
FILE - In this Wednesday, Sept. 5, 2018 file photo Russian opposition leader Alexei Navalny stands during a break in the hearing on his appeal in a court in Moscow, Russia. The German hospital treating Russian opposition leader Alexei Navalny says he has been taking out of an induced coma and is responsive. Berlins Charite hospital said Monday that Navalnys condition has further improved, allowing doctors to end the medically induced coma and gradually ease him off mechanical ventilation. (AP Photo/Pavel Golovkin, File)
Alexei Navalny (AP Photo/Pavel Golovkin)
Moskow -

Ajudan dari tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, mengungkapkan bahwa pengadilan Rusia membekukan aset milik Navalny usai dia diduga diracun agen saraf Novichok. Navalny yang sempat koma di rumah sakit Berlin di Jerman, kini sudah membaik dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Seperti dilansir AFP, Jumat (25/9/2020), juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, dalam pernyataan via video menyatakan bahwa pada 27 Agustus lalu, 'juru sita mengumumkan larangan' bagi transaksi melibatkan saham Navalny atas sebuah apartemen di pinggiran Moskow.

"Pada saat yang sama, rekening Alexei dibekukan," ungkap Yarmysh dalam pernyataan pada Kamis (24/9) waktu setempat.

Langkah hukum yang diambil pengadilan Rusia terhadap Navalny ini berarti apartemen milik keluarganya di Moskow tidak bisa dijual, diberikan sebagai hadiah atau digunakan untuk jaminan. Namun, lanjut Yarmysh, putusan pengadilan itu tidak menghalangi Navalny untuk tinggal di apartemen tersebut.

Navalny jatuh sakit pada 20 Agustus lalu, saat dalam penerbangan domestik dan dilarikan ke sebuah rumah sakit di Siberia. Dalam keadaan koma, Navalny diterbangkan ke Berlin sekitar dua hari setelahnya. Hasil pemeriksaan di Jerman menyatakan dia diracun dengan agen saraf Novichok. Pada 7 September, rumah sakit Charite di Berlin mengumumkan Navalny bangun dari koma.

Para sekutu Navalny dan pejabat internasional menyebut bahwa Rusia bertanggung jawab untuk membuktikan bahwa diracunnya Navalny tidak diperintahkan oleh negara. Rusia juga didorong untuk penyelidikan yang layak. Otoritas Rusia berargumen pihaknya membutuhkan bukti dari tes di Jerman dan beberapa negara lainnya untuk bisa memulai penyelidikan. Rusia bersikeras membantah tuduhan yang menyebut pemerintah terlibat dalam kasus Navalny.

Selanjutnya
Halaman
1 2