Arab Saudi Akan Lanjutkan Umroh Secara Bertahap Mulai 4 Oktober

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 08:51 WIB
Muslim worshippers wear masks after the noon prayers outside the Grand Mosque, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Saturday, March 7, 2020. Few worshippers were allowed to circumambulate the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, over fears of the new coronavirus. (AP Photo/Amr Nabil)
Ilustrasi (AP Photo/Amr Nabil)
Riyadh -

Arab Saudi akan mulai kembali melanjutkan aktivitas ibadah umroh secara bertahap mulai 4 Oktober mendatang. Hal ini diumumkan setelah pelaksanaan umroh ditangguhkan selama tujuh bulan akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Rabu (23/9/2020), otoritas Saudi menghentikan sementara umroh sejak Maret lalu dan membatasi pelaksanaan ibadah haji tahun ini di tengah kekhawatiran penyebaran Corona. Pekan ini, Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan bahwa umroh akan dibuka kembali secara bertahap.

"(Tahap pertama) 6.000 Warga dan penduduk di dalam Kerajaan (Saudi) akan diizinkan menjalankan umroh per hari mulai 4 Oktober," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Saudi seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA).

Para jemaah dari luar Saudi, sebut Kementerian Dalam Negeri Saudi, akan diizinkan menjalankan umroh mulai 1 November mendatang, saat kapasitas umroh dinaikkan menjadi 20 ribu jemaah per hari.

Ditegaskan Kementerian Dalam Negeri Saudi bahwa umroh akan diizinkan kembali dilakukan secara penuh pada 'kapasitas wajar' yang penuh begitu ancaman Corona mampu dihilangkan.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Saudi, keputusan untuk melanjutkan kembali aktivitas umroh merupakan tanggapan atas 'aspirasi umat Muslim di dalam dan luar negeri' untuk menjalankan ritual dan mengunjungi tempat-tempat suci.

Otoritas Saudi diketahui menggelar ibadah haji terkecil dalam sejarah modern di negaranya pada akhir Juli lalu, dengan hanya 10 ribu jemaah yang diperbolehkan mengikuti ibadah haji itu -- sangat drastis jika dibandingkan 2,5 juta jemaah yang menunaikan ibadah haji tahun lalu. Otoritas kesehatan Saudi menyatakan tidak ada kasus Corona yang terdeteksi selama pelaksanaan ibadah haji terbatas itu.

(nvc/rdp)