Angka Kematian Akibat Corona di AS Tembus 200 Ribu Jelang Pemilu

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 01:29 WIB
Bendera Amerika Serikat AS
Ilustrasi bendera AS (Foto: Dok. Anadolu Agency)
Washington DC -

Amerika Serikat mencatat 200.000 kematian akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Hal itu menjadi tonggak suram baru bagi Amerika Serikat hanya beberapa minggu menjelang Pemilu Presiden AS.

Dilasir AFP, Selasa (22/9/2020), menurut penghitungan dari Universitas Johns Hopkins, 200.005 warga Amerika meninggal dunia akibat Corona. Sebanyak 6,86 juta orang dipastikan terinfeksi virus tersebut.

AS mencatat angka kematian resmi tertinggi di dunia selama berbulan-bulan, di atas Brasil dengan 137.272 kematian dan India dengan 88.935 kematian. Secara keseluruhan, AS menyumbang 4 persen dari populasi dunia dan 20 persen dari kematian yang tercatat akibat virus Corona.

Penanganan Corona di AS menuai kritik, tak terkecuali dari Joe Biden, saingan Presiden AS Donald Trump di Pemilu mendatang. Statistik Corona itu disebut mengungkap kegagalan Trump memenuhi ujian terberatnya jelang Pemilu 3 November 2020.

"Karena kebohongan dan ketidakmampuan Donald Trump dalam enam bulan terakhir, (kami) telah melihat salah satu kerugian terbesar dalam kehidupan Amerika dalam sejarah," kata Biden.

"Dengan krisis ini yang membutuhkan kepemimpinan Presiden yang serius, dia tidak sanggup melakukannya. Dia membeku... dan Amerika telah membayar harga terburuk bagi negara manapun di dunia," lanjutnya.

Sementara itu, Trump berharap dengan persetujuan cepat vaksin COVID-19 akan meningkatkan peluangnya terpilih kembali. Ia berjanji akan mengakhiri pandemi dengan distribusi vaksin.

"Kami akan mendistribusikan vaksin, kami akan mengalahkan virusnya, kami akan mengakhiri pandemi, dan kami akan memasuki era baru kemakmuran, kerja sama, dan perdamaian yang berlum pernah terjadi sebelumnya, kata Trump dalam pidato yang direkam dan disampaikan di Sidang Umum PBB.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa pada April 2021, sebagian besar orang Amerika yang ingin diimunisasi akan mendapatkan vaksin. Namun, sebagian besar ahli berpendapat bahwa bertaruh pada vaksin bukanlah strategi yang layak.

COVID-19 disebut bisa menjadi penyebab utama kematian di AS tahun ini jika tanpa menggunakan masker, menjaga jarak, tracing kontak, dan tanpa pengujian lanjutan. Angka kematian yang melonjak akibat Corona dinilai sebagai kegagalan respons nasional dalam menghadapi pandemi.

"COVID akan menjadi penyebab utama ketiga kematian tahun ini di AS," cuit Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS di bawah mantan Presiden Barack Obama, Tom Frieden.

"Jumlah kematian yang mengejutkan akibat virus ini merupakan cerminan dari tanggapan nasional yang gagal, tetapi belum terlambat untuk membalikkannya," tandasnya.

(azr/azr)