Round-Up

Gerak Cepat FBI Ringkus Pengirim Racun Risin dalam Surat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 21:03 WIB
The FBI logo is seen outside the headquarters building in Washington, DC on July 5, 2016. 
The FBI said Tuesday it will not recommend charges over Hillary Clintons use of a private email server as secretary of state, but said she had been
Foto: FBI (Yuri Gripas/AFP Photo)
Washington DC -

Pengirim surat berisi racun risin yang mematikan untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan cepat bisa tertangkap. Berkat kerja cepat Biro Investigasi Federal (FBI) identitas pengirim racun tersebut terkuak.

Surat berisi racun tersebut dikirimkan ke Gedung Putih dan ditujukan kepada Trump. Namun, belum sempat sampai ke tangan Trump, surat tersebut berhasil dicegat dan disita oleh pihak pusat pemeriksaan surat pemerintah AS.

"Penangkapan telah dilakukan terhadap seseorang yang diduga bertanggung jawab atas pengiriman sebuah surat mencurigakan," demikian pernyataan FBI seperti dilansir Reuters, Senin (21/9/2020).

"Investigasi sedang berlangsung," imbuhnya.

Ternyata, pengirim surat tersebut adalah seorang wanita. Kini, yang bersangkutan ditahan di perbatasan AS dan Kanada.

Sumber penegak hukum AS yang memahami kasus ini juga mengonfirmasi bahwa surat yang mencurigakan yang disebut dalam pernyataan FBI adalah surat berisi racun risin yang ditujukan untuk Trump. Dia menyebut si pengirim surat berkewarganegaraan Kanada.

Pihak kepolisian Kanada pun mengaku dimintai bantuan oleh FBI untuk menelusuri siapa pengirim surat tersebut. Informasinya juga, surat tersebut dikirim dari wilayah Kanada.

Berdasarkan analisis FBI, racun risin yang berada dalam surat tersebut berasal dari biji jarak. Racun tersebut memang bisa 'lahir' secara alami.

Selanjutnya
Halaman
1 2