Kematian Akibat Corona di Iran Lampaui 24 Ribu Kasus

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 08:55 WIB
A worker disinfects subway trains against coronavirus in Tehran, Iran, in the early morning of Wednesday, Feb. 26, 2020. Irans government said Tuesday that more than a dozen people had died nationwide from the new coronavirus, rejecting claims of a much higher death toll of 50 by a lawmaker from the city of Qom that has been at the epicenter of the virus in the country. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Ilustras, Situasi di Iran saat pandemi Corona (Foto: AP/Ebrahim Noroozi)
Tehran -

Kementerian Kesehatan mengatakan kematian akibat COVID-19 di Iran mencapai angka 24.000 kasus hingga Sabut waktu setempat. Otoritas Iran menilai penyebab tingginya angka kematian itu karena pelanggaran penggunaan masker.

"(Angka) menunjukkan bahwa penggunaan masker menurun, dan pada saat yang sama kami melihat terjadi peningkatan infeksi harian dan rawat inap," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari dalam sambutan yang disiarkan televisi, seperti dilansir AFP, Sabtu (19/9/2020).

"Janganlah kita lupa bahwa kondisi virus saat ini mencerminkan kepatuhan kita terhadap protokol kesehatan dan penggunaan masker," katanya.

Sejak akhir Februari, Iran telah memerangi wabah COVID-19 yang paling mematikan di Timur Tengah. Infeksi dan kematian telah meningkat di bulan ini.

Infeksi harian tercatat di atas 2.000 kasus selama dua minggu terakhir dan mendekati level tertinggi 3.574 yang dicapai pada awal Juni.

Kementerian Kesehatan mencatat, dalam 24 jam hingga Sabtu ini, ada 2.845 orang dinyatakan positif Corona, sehingga total kasus Corona di Iran menjadi 4.19.043 kasus positif.

Ada skeptisisme di dalam dan luar negeri tentang angka resmi di Iran, di tengah kekhawatiran jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Iran telah mewajibkan penggunaan masker di ruang publik tertutup dan berulang kali meminta publik untuk menahan diri dari perjalanan yang tidak penting.

(lir/lir)