Kematian Akibat Virus Corona Meningkat di Prancis

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 01:50 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Jumlah kematian kasus COVID-19 di Prancis cenderung meningkat untuk pertama kalinya sejak berakhirnya pembatasan nasional. Badan kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa semua indikator virus Corona sekarang memburuk.

Dilansir AFP, Sabtu (19/9/2020) lonjakan infeksi baru ini banyak menyerang usia muda. Infeksi juga disebut tumbuh dengan cepat pada orang berusia di atas 75 tahun.

Penerimaan ke rumah sakit dan bangsal perawatan intensif juga meningkat, kata badan kesehatan tersebut.

"Untuk pertama kalinya sejak pencabutan penguncian (Maret-Mei), kami melihat peningkatan kematian akibat COVID-19," kata badan tersebut

"Intensifikasi penyebaran virus di antara kelompok usia tertua menimbulkan kekhawatiran berlanjutnya rawat inap dan kematian di minggu-minggu mendatang," katanya memperingatkan.

Disebutkan 265 orang telah meninggal akibat virus Corona dalam minggu. Sedangkan data minggu sebelumnya disebut berjumlah 129 orang.

Jumlah infeksi baru turun sekitar delapan persen dari minggu sebelumnya. Tetapi badan tersebut memperingatkan bahwa ini kemungkinan merupakan "perkiraan yang diremehkan" dari infeksi, karena kejenuhan kapasitas pengujian di wilayah tertentu.

Disebut ada kekhawatiran yang berkembang di Prancis, tentang sulitnya mendapatkan tes virus Corona. Hal ini terjadi terutama di wilayah Paris, karena permintaan yang tinggi. Perdana Menteri Jean Castex mengakui pekan lalu bahwa pemerintah harus berbuat lebih baik.

"Tidak dapat menguji orang (yang mungkin membutuhkan karantina) ... mungkin berdampak pada pengendalian wabah," kata Kepala unit infeksi pernapasan Daniel Levy-Bruhl.

Menteri Kesehatan Olivier Veran mengatakan, Prancis sedang mempersiapkan pembatasan yang lebih ketat di beberapa kota. Untuk mengurangi lonjakan kasus COVID-19 setelah infeksi harian mencapai 10.000 dua kali selama seminggu terakhir.

(dwia/dwia)