18 Pesawat Militer China Bayangi Wilayahnya, Taiwan Kerahkan Jet Tempur

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 16:42 WIB
In this photo released by the Taiwan Ministry of National Defense, a Chinese Peoples Liberation Army H-6 bomber is seen flying near the Taiwan air defense identification zone, ADIZ, near Taiwan on Friday, Sept. 18, 2020. The second high-level U.S. envoy to visit Taiwan in two months began a day of closed-door meetings Friday as China conducted military drills near the Taiwan Strait after threatening retaliation. (Taiwan Ministry of National Defense via AP)
Pesawat pengebom H-6 milik China yang kedapatan terbang di dekat Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan (Taiwan Ministry of National Defense via AP)
Taipei -

Militer Taiwan mengerahkan sejumlah jet tempurnya saat 18 pesawat militer China membayangi wilayah negara itu. Beberapa pesawat China itu bahkan dilaporkan melintasi garis tengah sensitif di Selat Taiwan.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (18/9/2020), otoritas Taiwan melaporkan bahwa 18 pesawat militer China mengudara di atas Selat Taiwan, dengan beberapa melintasi garis tengah sensitif di kawasan itu.

"18 September, dua pesawat pengebom H-6, delapan jet tempur J-16, empat jet tempur J-10 dan empat jet tempur J-11 melintasi garis tengah Selat Taiwan dan memasuki ADIZ (Zona Identifikasi Pertahanan Udara) barat daya Taiwan," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan.

"ROCAF (Angkatan Udara Taiwan-red) mengerahkan sejumlah jet tempur dan mengerahkan sistem rudal pertahanan udara untuk memantau aktivitas tersebut," imbuh pernyataan itu.

Angkatan Udara Taiwan kerap mengerahkan jet tempurnya dalam beberapa bulan terakhir untuk merespons gangguan udara dari China.

Kementerian Pertahanan Taiwan menunjukkan peta jalur penerbangan pesawat militer China itu yang melintasi garis tengah Selat Taiwan, yang biasanya dihindari oleh pesawat tempur kedua negara.

Secara terpisah, surat kabar Taiwan, Liberty Times, melaporkan bahwa sejumlah jet tempur milik Angkatan Udara Taiwan dikerahkan 17 kali pada Jumat (18/9) pagi waktu setempat, selama 4 jam, untuk memperingatkan pesawat-pesawat militer China untuk menjauh.

Surat kabar itu juga menunjukkan foto sejumlah rudal dimasukkan ke dalam jet tempur F-16 di pangkalan udara Hualien di pantai timur Taiwan.

Otoritas China sebelumnya mengumumkan digelarnya latihan tempur di dekat Selat Taiwan. Latihan militer China itu digelar saat Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Ekonomi, Keith Krach, memulai hari pertama kunjungannya ke Taiwan.

China mengecam apa yang disebutnya sebagai 'kolusi' antara Taiwan dan AS. Ditegaskan juga oleh China bahwa latihan tempur itu 'beralasan' dan merupakan 'tindakan yang diperlukan untuk menanggapi situasi terkini di Selat Taiwan'.

(nvc/rdp)