Superspreader di Pernikahan AS, 7 Orang Meninggal dan 177 Tertular Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 15:16 WIB
Two couple have bouquet at the sunset beach
Ilustrasi (Getty Images/kyonntra)
Maine -

Sebuah pernikahan di pinggiran Maine, Amerika Serikat (AS), menjadi lokasi penularan virus Corona (COVID-19) dengan keberadaan superspreader. Sedikitnya tujuh orang meninggal dan 177 orang lainnya terinfeksi Corona terkait pernikahan itu.

Seperti dilansir AFP, Jumat (18/9/2020), pernikahan yang digelar awal Agustus itu dihadiri oleh 65 orang. Hal ini jelas telah melanggar pembatasan Corona di wilayah Maine, yang hanya mengizinkan acara perkumpulan massal dengan batasan 50 orang yang hadir.

Seremoni pernikahan yang digelar di gereja setempat diikuti dengan resepsi di sebuah hotel bernama Big Moose Inn. Keduanya terletak dekat kota Millinocket, yang populasinya hanya 4 ribu orang.

Sekitar 10 hari kemudian, dua lusin orang yang terkait pernikahan di Maine itu dinyatakan positif Corona. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Maine lantas melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Direktur CDC Maine, Nirav Shah, menyatakan bahwa sedikitnya tujuh orang meninggal akibat Corona, terkait klaster penularan di pernikahan itu. Namun tujuh orang itu tidak hadir secara langsung dalam pernikahan tersebut.

Operasi pelacakan kontak menghubungkan pernikahan itu dengan beberapa hotspot kasus Corona di wilayah Maine. Salah satunya 80 kasus Corona yang terdeteksi di sebuah penjara yang berjarak 230 kilometer jauhnya, di mana salah satu sipir penjara menghadiri pernikahan itu.

Sekitar 10 kasus Corona lainnya terdeteksi di sebuah gereja Baptist di area yang sama. Sedangkan 39 kasus Corona lain -- dan enam kematian -- terjadi di sebuah panti jompo yang berjarak 160 kilometer dari Millinocket.

Bagi komunitas dan wilayah yang lebih luas, di mana aturan social distancing telah dilonggarkan, kabar tersebut menjadi peringatan yang brutal. "Ketika kami mendengar tentang wabah ini... semua orang benar-benar terdiam. Segera setelah wabah terjadi, kami menutup kembali kota," ucap kepala dewan kota setempat, Cody McEwen.

Gubernur Maine, Janet Mills, merilis peringatan untuk 1,3 juta penduduk negara bagian itu menyusul merebaknya wabah baru ini. "COVID-19 tidak ada di lokasi berbeda, ini ada di wilayah kita," imbaunya.

(nvc/rdp)