Iran: UEA-Bahrain Akan Terima Konsekuensi Atas Perjanjian dengan Israel

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 16:17 WIB
FILE - In this Dec. 20, 2019, file photo, Iranian President Hassan Rouhani attends a meeting with Japanese Prime Minister Shinzo Abe during a meeting at the prime ministers office in Tokyo.  Iran on Saturday, Jan. 11, 2020, acknowledged that its armed forces “unintentionally” shot down the Ukrainian jetliner that crashed earlier this week, killing all 176 aboard, after the government had repeatedly denied Western accusations that it was responsible. (Charly Triballeau/Pool Photo via AP, File)
Foto: Presiden Iran Hassan Rouhani (Charly Triballeau/Pool Photo via AP, File)
Teheran -

Presiden Iran Hassan Rouhani mengecam perjanjian damai Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel. Dia mengatakan UEA dan Bahrain akan menanggung 'konsekuensi' apa pun yang muncul dari normalisasi hubungan itu.

Dilansir AFP, Rabu (16/9/2020), pernyataan itu muncul sehari usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para Menteri Luar Negeri Bahrain dan Uni Emirat Arab menandatangani perjanjian untuk membangun hubungan diplomatik penuh pada sebuah upacara di Gedung Putih.

Berbicara pada pertemuan kabinet, Rouhani mengatakan bahwa Israel "melakukan lebih banyak kejahatan di Palestina setiap hari".

"Beberapa negara di kawasan itu, rakyatnya adalah Muslim yang saleh, tetapi penguasa mereka tidak memahami agama atau utang (mereka) ... kepada bangsa Palestina, kepada saudara-saudara mereka yang berbicara bahasa mereka," katanya dalam sambutan yang disiarkan televisi setempat.

"Bagaimana Anda bisa mengulurkan tangan Anda ke Israel? Dan kemudian Anda ingin memberi mereka pangkalan di wilayah itu? Semua konsekuensi parah yang akan muncul dari ini, ada pada Anda."

Selanjutnya
Halaman
1 2