China Luncurkan 9 Satelit ke Luar Angkasa, Pertama Kali dari Landasan Laut

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 14:25 WIB
A Long March 3B rocket carrying the Beidou-3GEO3 satellite lifts off from the Xichang Satellite Launch Center in Xichang in Chinas southwestern Sichuan province on June 23, 2020. - China on June 23 launched the final satellite in its homegrown geolocation system designed to rival the US GPS network, marking a major step in its race for market share in the lucrative sector. (Photo by STR / AFP) / China OUT
Ilustrasi -- Roket Long March buatan China saat misi peluncuran satelit pada Juni lalu (AFP/STR)
Beijing -

China mengklaim berhasil meluncurkan sembilan satelit sekaligus ke orbit di luar angkasa. Peluncuran ini untuk pertama kalinya dilakukan secara komersial dari landasan atau platform yang ada di lautan.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (16/9/2020), laporan media nasional China, People's Daily, menyebut bahwa satelit-satelit itu diluncurkan ke luar angkasa dengan menggunakan roket Long March 11 dari sebuah platform peluncuran di Laut Kuning pada Selasa (15/9) waktu setempat.

Salah satu satelit itu diketahui milik perusahaan berbagi video terkemuka China, Bilibili.

Roket Long March 11 dirancang untuk diluncurkan dengan cepat dan bisa diluncurkan dari platform mobile seperti di kapal. Roket pendorong jenis ini biasanya dipakai untuk membawa satelit kecil. Roket ini pertama kali digunakan untuk peluncuran dari platform laut pada Juni tahun lalu, namun bukan secara komersial.

"Platform peluncuran laut akan meningkatkan jumlah area peluncuran China, meningkatkan efisiensi peluncuran dan membuat peluncuran lebih aman dan lebih fleksibel," sebut Direktur Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan, Li Zongli, kepada People's Daily.

China kini memiliki tiga pusat peluncuran luar angkasa di darat, yang menggunakan pelepasan roket secara bertahap yang jatuh kembali ke Bumi dan terkadang memicu bahaya bagi area sekitarnya yang dihuni warga lokal. Peluncuran laut disebut akan mengurangi risiko itu.

China telah menjadikan program luar angkasa sebagai prioritas utama dalam beberapa tahun terakhir, karena berkompetisi dengan Amerika Serikat dan tekad menjadi kekuatan luar angkasa utama tahun 2030 mendatang.

(nvc/rdp)