Perjanjian Israel-UEA-Bahrain Resmi Diteken, Trump: Awal Timteng yang Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 08:41 WIB
President Donald Trump, center, with from left, Bahrain Foreign Minister Khalid bin Ahmed Al Khalifa, Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu, Trump, and United Arab Emirates Foreign Minister Abdullah bin Zayed al-Nahyan, during the Abraham Accords signing ceremony on the South Lawn of the White House, Tuesday, Sept. 15, 2020, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)
Momen penandatangan perjanjian damai Israel-UEA-Bahrain di Gedung Putih (AP Photo/Alex Brandon)
Washington DC -

Perjanjian damai antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah resmi diteken di Gedung Putih, Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump menyebutnya sebagai 'awal bagi Timur Tengah (Timteng) yang baru'.

Seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2020), penandatanganan perjanjian damai dilakukan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) UEA, Abdullah bin Zayed Al-Nahyan dan Menlu Bahrain, Abdullatif al-Zayani, dalam seremoni di Gedung Putih pada Selasa (15/9) waktu setempat.

Trump turut hadir mengawasi penandatanganan tersebut. AS diketahui menjadi penengah dalam tercapainya kesepakatan menormalisasi hubungan antara Israel dengan UEA dan antara Israel dengan Bahrain. Ratusan tamu ikut hadir dalam seremoni tersebut di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang merajalela.

Dalam tanggapannya, Trump menyebut momen penandatanganan itu sebagai 'hari bersejarah bagi perdamaian di Timur Tengah'.

"Setelah beberapa dekade mengalami perpecahan dan konflik, kita menandai awal bagi Timur Tengah yang baru," sebut Trump.

Disebutkan Trump bahwa perjanjian damai yang disebut 'pengkhianatan' oleh Palestina ini 'akan berfungsi sebagai fondasi untuk perdamaian menyeluruh di seluruh kawasan (Timur Tengah)'.

Tonton video 'Trump & Gedung Putih Jadi Saksi Perjanjian Damai Bahrain-UEA-Israel':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2