International Updates

AS Blokir Produk China, Duterte Marah ke Perusahaan Barat Soal Vaksin Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 17:48 WIB
AS blokir produk China yang disebut dibuat di kamp kerja paksa Xinjiang (AFP Photo)
Foto: AS blokir produk China yang disebut dibuat di kamp kerja paksa Xinjiang (AFP Photo)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan memblokir berbagai produk China yang dibuat melalui sistem "kerja paksa" di wilayah Xinjiang. Pemblokiran ini juga termasuk produk-produk dari pusat "kejuruan" yang dicap sebagai "kamp konsentrasi" untuk minoritas Uighur di Xinjiang.

"Pemerintah China terlibat dalam pelanggaran sistematis terhadap orang-orang Uighur dan minoritas lainnya," kata Mark Morgan, penjabat komisaris Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai seperti dilansir AFP, Senin (15/9/2020).

"Kerja paksa adalah pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan," lanjutnya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (15/9/2020):

- Menantu Trump Beri Kitab Taurat ke Raja Bahrain Sebelum Damai dengan Israel

Perwakilan khusus Gedung Putih Avi Berkowitz merilis foto prosesi pemberian gulungan kitab Taurat kepada Raja Bahrain. Kitab Taurat itu diberikan oleh menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner.

Dilansir The Times of Israel, Selasa (15/9/2020), Kushner yang menjabat sebagai penasihat senior Presiden AS Donald Trump, memberikan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa gulungan Taurat itu pada kunjungan ke Bahrain awal bulan ini.

Selama kunjungan tersebut, Kushner mendorong Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, beberapa minggu setelah negara tetangganya, Uni Emirat Arab (UEA) melakukannya. Trump baru saja mengumumkan pada hari Jumat (11/9) bahwa Bahrain akan mengikuti jejak UEA dan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

- Bunuh PRT Indonesia karena Cemburu, Pria Bangladesh Diadili di Singapura

Diduga karena amarah dan cemburu, seorang pekerja Bangladesh mencekik pacarnya hingga tewas. Korban, seorang WNI dibunuh di sebuah hotel di Singapura.

Selanjutnya
Halaman
1 2