Duterte Marah ke Perusahaan Barat yang Minta Uang Muka Vaksin Corona

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 12:16 WIB
Soal Jaminan Keamanan, Duterte Batal Uji Coba Vaksin dari Rusia
Foto: Presiden Filipina Rodrigo Duterte (DW News)
Manila -

Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji akan memprioritaskan pembelian vaksin COVID-19 yang akan disediakan oleh Rusia atau China. Duterte juga mengecam perusahaan farmasi negara-negara Barat yang meminta pembayaran di muka untuk penawaran vaksin.

Dilansir AsiaOne, Selasa (15/9/2020), Duterte menyatakan optimisme bahwa Filipina, yang telah mencatat jumlah kasus virus Corona tertinggi di Asia Tenggara hampir 266.000, akan "kembali normal" pada bulan Desember. Yakni dengan menggantungkan harapannya pada ketersediaan vaksin.

"Kami akan memberikan preferensi kepada Rusia dan China dengan syarat bahwa vaksin mereka sebaik vaksin lainnya di pasar," kata Duterte dalam pidato yang disiarkan televisi Senin (14/9).

Dia menambahkan, setiap pembelian vaksin oleh Filipina, bagaimanapun, harus melalui proses penawaran.

Pemerintah Filipina telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemasok vaksin potensial, termasuk Rusia, China, pembuat obat AS Pfizer Inc dan Moderna Inc. Ia juga berencana untuk mengadakan pembicaraan dengan raksasa biotek Australia CSL Ltd.

Duterte memilih China, yang menurutnya tidak seperti negara lain yang meminta "biaya reservasi" atau pembayaran di muka.

"Satu hal yang baik tentang China adalah Anda tidak harus mengemis, Anda tidak harus memohon," katanya. "Satu hal yang salah tentang negara-negara barat, semuanya tentang keuntungan, keuntungan, keuntungan," imbuh Duterte.

Selanjutnya
Halaman
1 2