Bunuh Bayi Palestina dan Orangtuanya, Pria Israel Dibui Seumur Hidup

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 12:28 WIB
FILE - In this May 18, 2020 file photo, Israeli Jewish extremist Amiram Ben-Uliel arrives at a district court for a verdict in Lod, Israel. On Monday, Sept. 14, 2020, an Israeli court handed down three life sentences to Ben-Uliel convicted in a 2015 arson attack that killed a Palestinian toddler and his parents. The Lod District Court found the Jewish settler guilty of murder in May for the killing of 18-month-old Ali Dawabsheh by firebombing his home in the West Bank village of Duma. (Avshalom Sassoni/Pool Photo via AP, File)
Amiram Ben-Uliel divonis penjara seumur hidup (AP Photo/Avshalom Sassoni)
Tel Aviv -

Pengadilan Israel menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap seorang pemukim Yahudi atas pembunuhan pasangan suami-istri Palestina dan bayi mereka. Pembunuhan itu terjadi dalam serangan pembakaran di Tepi Barat tahun 2015 lalu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (15/9/2020), kematian bayi laki-laki berusia 18 bulan yang bernama Ali Dawabsheh dan kedua orangtuanya, Saad dan Riham, di desa Duma, Tepi Barat, berkontribusi pada gelombang konflik baru antara Palestina dan Israel usai perundingan damai terhenti tahun 2014.

Pemukim Yahudi bernama Amiram Ben-Uliel, yang berusia 21 tahun saat tindak pidana itu terjadi, dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan pembunuhan dan dua dakwaan percobaan pembunuhan dalam sidang pada Mei lalu. Saat itu pengadilan Israel menyatakan tindak kejahatan Ben-Uliel bermotif ras.

Pada Senin (14/9) waktu setempat, pengadilan distrik Lod di Israel bagian tengah menjatuhkan tiga vonis penjara seumur hidup, secara berturut-turut, terhadap Ben-Uliel atas dakwaan pembunuhan dan vonis 20 tahun penjara atas dakwaan percobaan pembunuhan.

Dinas keamanan internal Israel, Shin Bet, yang telah menginterogasi Ben-Uliel memuji vonis tersebut. "Tonggak penting dalam perjuangan melawan terorisme Yahudi," sebut Shin Bet dalam pernyataannya.

Namun pihak Palestina melihat Israel cenderung lamban dalam menindak militan Yahudi, dibandingkan saat menangani kasus kekerasan oleh warga Arab yang responsnya sangat cepat.

Dalam tindak kejahatan tahun 2015 lalu, Ben-Uliel melemparkan molotov ke rumah keluarga Dawabsheh setelah menuliskan pesan penuh kebencian di tembok rumah tersebut. Satu anak pasangan Dawabsheh lainnya, Ahmed, berhasil bertahan hidup namun mengalami luka bakar parah.

(nvc/ita)