Protes Lockdown Corona, Menteri Israel Mengundurkan Diri

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 11:36 WIB
FILE - In this Feb. 23, 2020 file photo, Israeli Health Minister Yaakov Litzman arrives for a situation assessment meeting regarding the Coronavirus, in Tel Aviv, Israel. Housing Minister Yaakov Litzman, who served as health minister during the initial outbreak of the virus, resigned Sunday, Sept 13, 2020, in protest over the government’s plan to impose a nationwide lockdown this week ahead of the Jewish New Year due to rising coronavirus cases. (Jack Guez/Pool via AP, File)
Yaakov Litzman (Jack Guez/Pool via AP, File)
Tel Aviv -

Seorang menteri pada kabinet Israel mundur dari jabatannya karena memprotes lockdown virus Corona (COVID-19) yang dianggapnya menghalangi perayaan Tahun Baru Yahudi. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, baru saja mengumumkan pemberlakuan lockdown nasional selama tiga minggu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/9/2020), lockdown tersebut akan menjadi pembatasan paling luas yang diberlakukan Israel sejak lockdown pertama diterapkan antara akhir Maret hingga awal Mei lalu. Lockdown nasional itu akan mulai berlaku Jumat (18/9) mendatang, tepat saat perayaan Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashana, hingga 27 September mendatang, saat peringatan Yom Kippur yang merupakan hari paling suci dalam agama Yahudi.

"Ini (lockdown nasional-red) salah dan mencemooh ratusan ribu warga," sebut Menteri Perumahan Israel, Yaakov Litzman, dalam surat pengunduran dirinya.

Litzman diketahui memimpin aliansi politik ultra-Ortodoks Yahudi, United Torah Judaism, dalam parlemen. Aliansi itu tergabung dalam koalisi konservatif PM Netanyahu. Litzman sebelumnya menjabat Menteri Kesehatan Israel saat awal-awal pandemi Corona merebak.

"Di mana Anda hingga sekarang? Mengapa hari libur Yahudi menjadi waktu nyaman untuk menangkal virus Corona..?" imbuhnya.

Di bawah undang-undang Israel, pengunduran Litzman akan berlaku dalam 48 jam. Meskipun pengunduran diri ini menandai ketegangan antara Netanyahu dan mitra politiknya, namun diperkirakan tidak akan berdampak langsung pada stabilitas koalisi pemerintahan.

Dalam pernyataan kepada kabinet Israel saat voting untuk lockdown, Netanyahu menyesalkan pengunduran diri Litzman. Namun dia menambahkan bahwa: "Kita harus bergerak maju, untuk membuat keputusan yang diperlukan bagi Israel dalam era virus Corona, dan itulah yang akan kita lakukan dalam sesi ini."

Israel yang berpenduduk 9 juta jiwa, sejauh ini melaporkan 153.217 kasus Corona dengan 1.103 kematian. Dengan jumlah kasus baru mencapai 3 ribu per hari dalam beberapa pekan terakhir, otoritas Israel khawatir sistem kesehatan bisa kewalahan.

Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri, yang memimpin partai ultra-Ortodoks Yahudi lainnya, menyatakan dukungan untuk lockdown Corona. Dia menegaskan bahwa tidak mematuhi lockdown saat musim liburan mendatang akan sama saja dengan tindak pembunuhan.

(nvc/ita)