Redam Penularan Corona, Israel Lockdown Tiga Minggu

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 03:54 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu announces full diplomatic ties will be established with the United Arab Emirates, during a news conference on Thursday, Aug. 13, 2020 in Jerusalem.  In a nationally broadcast statement, Netanyahu said the “full and official peace” with the UAE would lead to cooperation in many spheres between the countries and a “wonderful future” for citizens of both countries. (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Foto: Benjamin Netanyahu (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan akan memberlakukan penguncian nasional (lockdown) selama tiga minggu ke depan. Lockdown diberlakukan untuk meredam kasus virus Corona (COVID-19) yang melonjak di Israel.

"Hari ini dalam pertemuan pemerintah kami mencapai keputusan tentang rencana (penguncian) yang ketat selama tiga minggu, dengan opsi bahwa itu akan diperpanjang," kata Benjamin Netanyahu, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (14/9/2020).

Lockdown diberlakukan hanya beberapa jam sebelum dimulainya Tahun Baru Yahudi dan pekan liburan.

"Tujuan kami adalah menghentikan peningkatan, untuk mengurangi penularan," ujar Netanyahu.

Israel dilaporkan telah melewati ambang 4.000 kasus dalam sehari. Aturan lockdown, yang akan diselesaikan dalam beberapa hari mendatang, mengatur pertemuan di dalam ruangan akan dibatasi hingga 10 orang dan pertemuan di luar ruangan hingga 20, yang berarti doa di sinagog akan sangat terpengaruh.

Restoran ditutup untuk makan di tempat dan pergerakan akan dibatasi hingga 500 meter (1.650 kaki) dari rumah seseorang.

"Saya tahu langkah-langkah ini akan memberikan harga yang mahal bagi kita semua," kata Netanyahu.

"Ini bukan waktu liburan yang biasa kita lakukan, kita pasti tidak akan bisa merayakannya dengan keluarga besar kita," imbuhnya.

(rfs/rfs)