Yunani Kebut Pembangunan Kamp Migran yang Terbakar di Pulau Lesbos

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 04:00 WIB
Fire burns container houses and tents in the Moria refugee camp on the northeastern Aegean island of Lesbos, Greece, on Wednesday, Sept. 9, 2020. A fire swept through Greeces largest refugee camp that had been placed under COVID-19 lockdown, leaving more than 12,000 migrants in emergency need of shelter on the island of Lesbos. (AP Photo/Panagiotis Balaskas)
Kebakaran di Kamp Moria, Yunani (Foto: AP/Panagiotis Balaskas)
Yunani -

Pasukan keamanan Yunani tiba secara massal di Pulau Lesbos pada Jumat waktu setempat. Mereka membangun kembali tempat kamp baru bagi ribuan migran yang kehilangan tempat tinggal mereka akibat kebakaran hebat pada Selasa kemarin.

Dilansir AFP, Jumat (11/9/2020) banyak keluarga yang putus asa yang berkeliaran dengan lesu di jalan-jalan utama kota di pulau setelah bermalam di tempat terbuka. Mereka terpaksa tidur di pinggir jalan, tempat parkir bahkan di pom bensin.

"Kami telah menderita di sini selama tiga hari," kata pencari suaka asal Kongo, Patricia Bob kepada AFP di pinggir jalan. Dia duduk di atas selembar karton yang menjadi tempat tidurnya.

"Kami lapar dan haus, kami tidak punya toilet atau kamar mandi," imbuhnya.

Militer Yunani mulai mengalihkan fungsi lapangan tembak tentara di puncak bukit dekat kamp yang terbakar sebagai tempat pengungsian sementara. Tetapi untuk menuju lokasi, mereka harus menggunakan helikopter untuk melewati penghalang jalan yang didirikan penduduk setempat yang menolak adanya kamp pengungsian.

Sekitar 11.500 pencari suaka termasuk 2.200 wanita dan 4.000 anak-anak tidak memiliki tempat berlindung yang memadai akibat kebakaran hebat ini. Hal itu diungkapkan oleh badan pengungsi PBB, Jumat usai terjadinya kebakaran pada Selada dan Rabu kemarin yang menghancurkan kamp Moria.

(lir/lir)