Trump Umumkan Perjanjian Damai Israel dan Bahrain

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 01:41 WIB
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered:
Foto: US President Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan perjanjian damai antara Israel dan Bahrain. Trump menyebut kesepakatan ini adalah terobosan bersejarah.

"Terobosan sejarah lain hari ini. Dua sahabat besar kita Israel dan Kerajaan Bahrain menyetujui perjanjian perdamaian-negara Arab kedua yang berdamai dengan Israel dalam 30 hari," tulis Trump pada akun Twitternya seperti dilansir AFP, Sabtu (12/9/2020).

Pernyataan bersama AS-Israel-Bahrain ini memuat akan ada "hubungan diplomatik penuh".

Bahrain telah setuju untuk meresmikan perjanjian dengan Israel pada sebuah upacara 15 September mendatang di Gedung Putih, Amerika Serikat. Di tempat ini pula Uni Emirat Arab juga akan menandatangani perjanjian damai dengan Israel yang diumumkan pertengahan Agustus lalu.

Berdasarkan pernyataan itu, Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al-Khalifa, Perdana Menteri Israel, Banjamin Netanyahu dan Trump berbicara pada Jumat pagi sebelum pengumuman perjanjian damai ini.

Trump merayakannya dan menyebutnya sebagai "hari benar-benar bersejarah" dan "sangat menarik" sehingga dia dapat membuat perjanjian ini sebagai pengingat akan serangan 11 September 2001 oleh kelompok radikal Islam terhadap Amerika Serikat.

"Ketika saya menjabat, Timur Tengah berada dalam keadaan kacau balau," kata Trump yang akan menghadapi pemilihan umum dalam waktu 7 minggu ke depan.

Pengumuman sebelumnya UEA tentang normalisasi hubungan dengan Israel membatalkan kebijakan Liga Arab selama bertahun-tahun tentang konflik Timur Tengah dan keputusan itu mendapat penolakan dari Palestina dan Iran.

Hingga saat ini, Israel hanya mampu mencapai dua perjanjian damai serupa dengan negara-negara Arab. Kesepakatan damai dengan Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

(lir/lir)