India Cetak Rekor 96 Ribu Kasus Corona Sehari, Ada yang Diminta Tes Ulang

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 13:10 WIB
India kembali mencetak rekor penambahan kasus positif virus Corona. India melaporkan penambahan kasus Corona (COVID-19) sebanyak 90.632 pada Minggu (6/9/2020).
Ilustrasi (AP Photo)
New Delhi -

Lagi-lagi, India kembali mencetak rekor dengan lebih dari 96 ribu kasus virus Corona (COVID-19) terdeteksi dalam sehari. Otoritas India juga memerintahkan banyak orang menjalani tes ulang, karena hasil negatif pada tes pertama mereka menggunakan tes antigen cepat yang kurang bisa diandalkan.

Seperti dilansir Associated Press dan media lokal NDTV, Jumat (11/9/2020), Kementerian Kesehatan India melaporkan 96.551 kasus Corona dalam 24 jam terakhir di wilayahnya. Lonjakan ini kembali mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus harian, setelah India melaporkan 95.735 kasus Corona sehari sebelumnya.

Dengan lonjakan itu, total 4.562.414 kasus Corona kini tercatat di wilayah India. Total kasus itu masih tercatat sebagai yang tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (AS) dengan nyaris 6,4 juta kasus.

Kementerian Kesehatan India juga melaporkan 1.209 kematian dalam 24 jam terakhir. Total sedikitnya 76.271 orang meninggal dunia akibat Corona di India.

Dengan total kematian ini, India menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan total kematian terbanyak di dunia, setelah AS dengan lebih dari 191 ribu kematian dan Brasil dengan lebih dari 129 ribu kematian.

Dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan India dalam pengumumannya bahwa sekitar 3.542.663 pasien Corona telah dinyatakan sembuh sejauh ini.

Kementerian Kesehatan India juga meminta beberapa negara bagian untuk mengizinkan dilakukannya tes Corona tanpa resep dokter. Disebutkan juga bahwa beberapa tes antigen cepat yang hasilnya negatif harus dilakukan kembali atau diulang tesnya dengan menggunakan metode RT-PCR yang lebih bisa diandalkan.

Perintah tes ulang ini berlaku pada orang-orang yang hasil tesnya negatif Corona, namun mengalami demam, batuk-batuk atau sesak napas. Tes ulang juga berlaku pada orang-orang yang baru mengalami gejala-gejala Corona dalam waktu tiga hari setelah hasil tes negatif mereka diumumkan.

Perintah semacam ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa orang-orang yang terinfeksi Corona tidak akan tak terdeteksi dan untuk membantu memeriksa penyebaran penyakit di antara kontak dekat mereka.

Penggunaan tes antigen cepat, atau protein virus, memampukan India untuk secara dramatis meningkatkan kapasitas tes Corona menjadi lebih dari 1,1 juta tes setiap harinya. Namun, tes yang lebih cepat dan lebih murah diketahui malah kurang dapat diandalkan dan kerap kali direkomendasikan untuk menjalani tes ulang.

(nvc/ita)