Round-Up

Memanas di Laut China Selatan saat China Tuding AS sebagai Ancaman

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 22:31 WIB
An aerial view of Qilianyu islands in the Paracel chain, which China considers part of Hainan province on August 10, 2018. (Photo by - / AFP) / China OUT
Foto: Kawasan Laut China Selatan (AFP Photo)
Beijing -

Sengketa di perairan Laut China Selatan kembali memanas lagi usai China menuding Amerika Serikat (AS) sebagai ancaman. China menuding AS sebagai pendorong militerisasi di kawasan itu.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (10/9/2020), tuduhan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi, dalam pertemuan virtual dengan para Menlu negara-negara Asia Tenggara yang digelar sebagai bagian dari konferensi ASEAN, pekan ini.

"Amerika Serikat menjadi pendorong militerisasi terbesar di Laut China Selatan," sebut Wang dalam pertemuan virtual itu.

Ditegaskan Wang bahwa kepentingan terbesar China di Laut China Selatan adalah 'perdamaian dan stabilitas'. Dia menuduh AS telah 'menciptakan ketegangan dan mencari keuntungan dari itu'. Menurut Wang, AS secara langsung melakukan intervensi dalam sengketa wilayah dan perairan di Laut China Selatan karena kebutuhan politiknya sendiri.

"Amerika Serikat menjadi faktor paling berbahaya yang merusak perdamaian di Laut China Selatan," tuding Wang, seperti dikutip kantor berita Xinhua.

"Perdamaian dan stabilitas adalah kepentingan strategis terbesar China di Laut China Selatan. Ini juga menjadi aspirasi strategis bersama bagi China dan negara-negara ASEAN," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2