International Updates

Dubes China Like Video Porno di Twitter, Trump Masuk Nominasi Penerima Nobel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 17:11 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Duta Besar China untuk Inggris menyukai (like) potongan video porno di akun Twitternya. Kedubes pun telah meminta Twitter untuk "melakukan penyelidikan menyeluruh" setelah akun resmi itu menyukai video itu.

Seperti dilansir BBC, Kamis (10/9/2020), akun Twitter Dubes Liu Xiaoming juga menyukai postingan yang mengkritik Partai Komunis China (PKC) dan menunjukkan penahanan Uighur dengan mata tertutup.

Para pejabat China mengklaim bahwa akun tersebut telah diretas. Disebutkan bahwa "unsur-unsur anti-China (telah) dengan kejam menyerang" akun Liu dalam plot "tercela" yang dirancang untuk "menipu publik".

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (10/9/2020):

- Trump Masuk Nominasi Penerima Nobel Perdamaian 2021, Kok Bisa?

Seorang anggota parlemen Norwegia telah menominasikan Donald Trump untuk menjadi penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2021. Trump dinilai telah membantu menengahi kesepakatan antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini adalah kedua kalinya politisi itu mengajukan penghargaan kepada Presiden AS tersebut.

Dilansir Reuters, Kamis (10/9/2020), ribuan orang memenuhi syarat untuk mencalonkan kandidat penerima Hadiah Nobel Perdamaian, termasuk anggota parlemen dan pemerintah, profesor universitas, dan pemenang sebelumnya.

Komite Nobel Norwegia, yang memutuskan penghargaan dari beberapa ratus nominasi yang dibuat setiap tahun, menolak berkomentar mengenai pencalonan Trump tersebut.

- AS Batalkan 1.000 Visa Warga China, Kebanyakan Mahasiswa dan Peneliti

Otoritas Amerika Serikat (AS) mencabut visa untuk lebih dari 1.000 warga negara China. Pencabutan visa ini didasarkan pada keputusan presiden tanggal 29 Mei yang menangguhkan masuknya mahasiswa dan peneliti dari China, yang dianggap memberikan risiko keamanan bagi AS.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (10/9/2020), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Chad Wolf, menyatakan bahwa AS memblokir visa untuk 'mahasiswa pascasarjana dan para peneliti tertentu dari China yang memiliki keterkaitan dengan strategi fusi militer China untuk mencegah mereka mencuri dan sebaliknya melakukan penelitian sensitif'.

Wolf berulang kali melontarkan tuduhan AS atas praktik bisnis yang tidak adil dan spionase industri oleh China, termasuk upaya-upaya mencuri penelitian virus Corona (COVID-19). AS juga menuduh China menyalahgunakan visa mahasiswa untuk mengeksploitasi akademisi Amerika.

- Viral Isabella Guzman yang Bunuh Ibu Kandungnya, Begini Faktanya

Nama Isabella Guzman yang pernah diadili karena membunuh ibu kandungnya mendadak viral di media sosial. Video dirinya tersenyum saat disidang, ramai beredar beberapa hari ini. Faktanya, sidang kasus itu berlangsung pada tahun 2013.

Selanjutnya
Halaman
1 2